Taktiknews.com, Pekanbaru – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi jenis Pertamax mulai menjadi perhatian kalangan legislatif di Kota Pekanbaru. Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Tengku Azwendi Fajri mengingatkan pemerintah agar mengantisipasi dampak lanjutan yang berpotensi memicu kenaikan harga kebutuhan pokok dan menekan daya beli masyarakat.
Menurut Azwendi, BBM merupakan kebutuhan strategis yang memiliki pengaruh besar terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, setiap kenaikan harga BBM berpotensi memberikan efek berantai terhadap berbagai sektor, mulai dari rumah tangga hingga pelaku usaha.
“BBM ini kebutuhan mendasar masyarakat, mulai dari masyarakat umum, pelaku UMKM, hingga pelaku usaha. Tentu dampaknya akan sangat terasa jika terjadi kenaikan harga,” kata Azwendi, Senin (15/6/2026).
Politisi Partai Demokrat tersebut menilai pemerintah pusat maupun pemerintah daerah perlu menyiapkan langkah antisipatif agar dampak kenaikan harga Pertamax tidak semakin membebani masyarakat.
Menurutnya, salah satu fokus yang harus dijaga adalah stabilitas harga kebutuhan pokok karena biaya distribusi barang biasanya ikut meningkat ketika harga BBM naik.
“Harapan kami ada kebijakan-kebijakan yang bisa membantu meringankan masyarakat berkaitan dengan dampak kenaikan BBM ini. Apakah nanti melalui program dukungan dari pemerintah pusat untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok dan kebutuhan mendasar masyarakat,” ujarnya.
Dari pantauan Taktiknews.com, kekhawatiran terbesar yang disampaikan DPRD Pekanbaru adalah potensi terjadinya inflasi akibat meningkatnya biaya transportasi dan distribusi barang yang pada akhirnya berdampak pada harga kebutuhan sehari-hari.
Azwendi menjelaskan, apabila kenaikan BBM berlangsung cukup signifikan, maka masyarakat akan menghadapi dua tekanan sekaligus, yakni naiknya harga kebutuhan pokok dan menurunnya kemampuan belanja masyarakat.
“Saya khawatir kalau kenaikannya cukup signifikan, pertama akan menimbulkan kenaikan harga kebutuhan pokok dan kedua daya beli masyarakat menurun, sehingga ekonomi bisa terganggu,” jelasnya.
Selain berdampak pada masyarakat umum, kondisi tersebut juga dikhawatirkan memengaruhi keberlangsungan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang selama ini menjadi salah satu penopang ekonomi daerah.
Kepada Taktiknews.com, Senin (15/6/2026), Azwendi berharap masyarakat tetap tenang dan tidak bereaksi berlebihan terhadap kenaikan harga BBM. Ia juga meminta pemerintah terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan harga barang dan jasa di lapangan.
“Harapan kami tentu masyarakat Pekanbaru tetap aman dan kondusif,” sebutnya.
Ia optimistis Pemerintah Kota Pekanbaru akan mengambil langkah pengawasan yang diperlukan guna memastikan dampak kenaikan harga BBM tidak berkembang menjadi persoalan ekonomi yang lebih luas.
“Saya yakin pemerintah kota tetap memonitor perkembangan terkait kenaikan sektor migas, terutama BBM di Kota Pekanbaru,” tutupnya.***














