Taktiknews.com, Pekanbaru – Cuaca Riau pada Rabu (10/6/2026) diprakirakan cerah hingga cerah berawan sejak pagi sampai siang hari. Namun, BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sejumlah daerah pada sore hingga malam hari.
Forecaster on Duty BMKG Pekanbaru, Yasir P., mengatakan kondisi cuaca pagi hari umumnya cerah hingga cerah berawan. Memasuki siang, sebagian besar wilayah masih didominasi cuaca cerah berawan hingga berawan.
Meski demikian, peluang hujan mulai meningkat pada sore hingga malam hari. Hujan ringan hingga sedang diprakirakan mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Kampar, Pelalawan, Siak, Kuantan Singingi, Kepulauan Meranti, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, serta Kota Pekanbaru.
“Potensi hujan pada sore hingga malam hari perlu menjadi perhatian, terutama di sejumlah wilayah yang berpeluang mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang,” kata Yasir kepada Taktiknews.com, Rabu (10/6/2026).
BMKG menetapkan peringatan dini untuk Kabupaten Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, Kuantan Singingi, Siak, Pelalawan dan Kota Pekanbaru. Wilayah tersebut berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang pada sore atau malam hari.
Sementara pada dini hari, cuaca diprakirakan kembali didominasi kondisi udara kabur hingga cerah berawan.
BMKG mencatat suhu udara di Riau berkisar antara 23 hingga 34 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan 55 sampai 100 persen. Angin bertiup dari arah tenggara hingga barat dengan kecepatan 10–35 kilometer per jam.
“Untuk wilayah perairan, BMKG memprakirakan tinggi gelombang laut di perairan Riau berada pada kisaran 0,5 hingga 1,25 meter atau kategori rendah, sehingga relatif aman untuk aktivitas pelayaran dan perikanan,” jelasnya.
Di sisi lain, pemantauan titik panas atau hotspot di Pulau Sumatera menunjukkan tren penurunan. Berdasarkan data BMKG hingga pukul 23.00 WIB, terdeteksi 61 titik panas di Sumatera.
Aceh dan Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan jumlah hotspot tertinggi, masing-masing 21 titik. Disusul Sumatera Barat sebanyak 5 titik, Jambi 3 titik, Lampung 2 titik, Bangka Belitung 2 titik, Bengkulu 1 titik, dan Kepulauan Riau 1 titik.
Untuk Provinsi Riau, BMKG mendeteksi lima titik panas yang tersebar di empat kabupaten.
“Untuk Provinsi Riau, terpantau sebanyak 5 titik panas yang tersebar di empat kabupaten. Kabupaten Kuantan Singingi menjadi wilayah dengan hotspot terbanyak yakni 2 titik, sedangkan Kabupaten Pelalawan, Siak, dan Indragiri Hulu masing-masing tercatat 1 titik panas,” jelasnya.
BMKG mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan dan tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama di wilayah yang terdeteksi memiliki titik panas.***














