Taktiknews.com, Pekanbaru – Kain wastra khas Riau dinilai menyimpan peluang besar untuk menjadi identitas fesyen daerah yang mampu menembus pasar nasional hingga internasional. Kekayaan filosofi, cerita budaya, dan kearifan lokal yang melekat pada wastra Riau menjadi modal kuat bagi desainer daerah untuk bersaing di industri fesyen global.
Leader Subsektor Fesyen Riau Creative Hub, Thiffa Qaisty Salsabila, menegaskan bahwa pengembangan wastra lokal merupakan isu strategis bagi pertumbuhan industri kreatif di Riau. Menurutnya, keunikan narasi budaya yang dimiliki setiap kain menjadi keunggulan yang tidak bisa ditiru oleh daerah lain.
“Wastra dan kearifan lokal adalah peluang terbesar fesyen Riau saat ini. Cerita di balik kain itu yang menjadi nilai eksklusif bagi anak daerah,” ujar Thiffa kepada aktiknews.com, Selasa (24/12).
Ia mengungkapkan, pada awal perjalanannya di dunia fesyen, tenun Riau masih belum banyak dilirik desainer lokal. Wastra cenderung dipersepsikan sebagai busana resmi atau seremonial karena karakter kainnya yang tebal serta motif yang kuat, sehingga kurang diminati untuk penggunaan harian.
“Kala itu tenun Riau masih dianggap terlalu berat dan motifnya mencolok, jadi jarang diolah menjadi busana kasual,” jelasnya.
Melihat tantangan tersebut, Thiffa mulai menghadirkan terobosan dengan mengemas tenun Riau ke dalam konsep ready to wear atau busana siap pakai. Pendekatan ini dinilai mampu memperluas segmentasi pasar tanpa menghilangkan identitas budaya yang melekat pada wastra.
Upaya pengembangan wastra lokal juga mendapat dukungan dari kebijakan pemerintah daerah, salah satunya melalui imbauan penggunaan produk wastra pada hari-hari tertentu. Kebijakan ini dinilai membuka ceruk pasar yang stabil dan menjanjikan bagi desainer serta pengrajin lokal.
Seiring waktu, Thiffa melihat perubahan signifikan di ekosistem fesyen Riau. Semakin banyak desainer dan pelaku UMKM yang kini fokus mengolah wastra sebagai produk utama, baik dalam bentuk busana, aksesori, maupun produk turunan lainnya.
“Kesadaran itu sudah tumbuh. Banyak desainer sekarang mulai serius mengembangkan wastra. Ini sinyal positif untuk membawa fesyen Riau ke pasar global,” katanya.
Ia optimistis, dalam lima tahun ke depan, wastra akan menjadi tulang punggung kekuatan fesyen Riau. Dengan sentuhan desain modern dan pendekatan pasar yang tepat, kain tradisional ini diyakini mampu tampil relevan di panggung fesyen dunia tanpa kehilangan akar budayanya.***













