Banner Website
Nasional

Puncak Arus Mudik Nataru 2025, Kemenhub Siagakan Posko Nasional Hadapi Cuaca Ekstrem

49
×

Puncak Arus Mudik Nataru 2025, Kemenhub Siagakan Posko Nasional Hadapi Cuaca Ekstrem

Sebarkan artikel ini
Puncak Arus Mudik Nataru 2025, Kemenhub Siagakan Posko Nasional Hadapi Cuaca Ekstrem
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan seluruh layanan transportasi nasional berada dalam kondisi siaga penuh seiring puncak arus mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 yang diprediksi terjadi pada Rabu (24/12/2025)./Taktiknews/Info Publik

Taktiknews.com, Jakarta – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan seluruh layanan transportasi nasional berada dalam kondisi siaga penuh seiring puncak arus mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 yang diprediksi terjadi pada Rabu (24/12/2025).

Kesiapan tersebut ditegaskan Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub, Ernita Titis Dewi, saat memimpin apel petugas di Posko Nasional Angkutan Nataru, Gedung SIP 1 Kemenhub, Jakarta.

Menurut Ernita, hasil survei Badan Kebijakan Transportasi (BKT) menunjukkan lonjakan pergerakan masyarakat mencapai titik tertinggi hari ini. Karena itu, seluruh posko transportasi diminta meningkatkan kewaspadaan dan memastikan pelayanan berjalan optimal di semua moda.

“Ini fase krusial arus mudik Nataru. Seluruh petugas di posko pusat dan daerah harus siaga penuh untuk menjamin keselamatan, keamanan, dan kenyamanan masyarakat,” ujar Ernita.

Kemenhub menekankan pengawasan intensif pada transportasi darat, laut, udara, dan perkeretaapian. Salah satu perhatian utama adalah faktor cuaca, mengingat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih terjadi di sejumlah wilayah.

Ernita meminta petugas terus memantau kondisi lapangan melalui sistem CCTV dan laporan real-time. Ia juga menyoroti gangguan teknis pada akses CCTV akibat hujan yang terjadi sehari sebelumnya.

“Setiap kendala teknis harus segera ditindaklanjuti dan dikoordinasikan dengan unit terkait agar tidak mengganggu pengambilan keputusan di lapangan,” tegasnya.

Kemenhub juga meminta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) rutin menyampaikan prakiraan cuaca harian sebagai dasar antisipasi potensi gangguan perjalanan.

Pengawasan khusus dilakukan di sejumlah bandara utama seperti Sultan Hasanuddin Makassar, Juanda Surabaya, Ahmad Yani Semarang, I Gusti Ngurah Rai Bali, dan Adisutjipto Yogyakarta. Operator penerbangan diminta mewaspadai notam serta potensi perubahan jadwal akibat cuaca.

Sementara itu, untuk transportasi darat dan penyeberangan, Kemenhub memantau ketat arus kendaraan di ruas tol serta kawasan pelabuhan, terutama Merak dan Bojonegara, yang berpotensi mengalami kepadatan kendaraan dan antrean truk logistik.

“Kami terus berkoordinasi dengan BPTD, KSOP, dan Korlantas Polri agar arus lalu lintas di pelabuhan tetap terkendali,” jelas Ernita.

Di sektor perkeretaapian, Kemenhub mencatat adanya keterlambatan terbatas di wilayah Daop 1 Jakarta dan Daop 5 Purwokerto. Namun, gangguan tersebut diklaim telah tertangani dan tidak berdampak signifikan pada perjalanan penumpang.

Selain aspek operasional, Kemenhub juga menaruh perhatian besar pada kondisi fisik petugas posko. Setiap posko diminta menyediakan layanan kesehatan, vitamin, dan pemeriksaan ringan guna menjaga stamina petugas selama masa puncak arus mudik.

“Petugas adalah garda terdepan. Jika kondisi fisik tidak prima, segera lapor agar mendapat penanganan,” imbaunya.

Menutup arahannya, Ernita menegaskan pentingnya sinergi antarinstansi, mulai dari BMKG, Korlantas Polri, operator transportasi, hingga pemerintah daerah.

Menurutnya, cuaca ekstrem dan dinamika lalu lintas harus direspons secara adaptif agar mobilitas masyarakat selama libur panjang Nataru tetap aman.

“Cuaca hujan dapat menurunkan visibilitas di semua moda transportasi. Informasi cepat dan koordinasi yang solid adalah kunci utama keselamatan penumpang,” pungkas Ernita.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *