Taktiknews.com, Riau – Dunia politik Indonesia berduka. Jenderal (Purn) Try Sutrisno, yang pernah menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia ke-6, meninggal dunia pada Senin pagi (2/3/2026) di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, sekitar pukul 06.58 WIB.
Kabar berpulangnya salah satu tokoh militer dan negarawan itu disampaikan oleh keluarga dan segera menarik perhatian berbagai lapisan masyarakat di seluruh Indonesia, termasuk para pejabat daerah.
Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto, menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya Try Sutrisno. Menurutnya, almarhum merupakan sosok yang memberikan kontribusi besar dalam sejarah pemerintahan nasional.
“Secara pribadi dan atas nama Pemerintah Provinsi Riau, kami menyampaikan duka cita yang sangat mendalam atas berpulangnya Bapak Try Sutrisno,” ucap SF Hariyanto kepada Taktiknews.com. Ia juga mengajak masyarakat di Riau untuk bersama-sama mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
“Mari kita doakan semoga segala amal ibadah beliau diterima serta dosa-dosanya diampuni. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan,” tambahnya.
Jenazah almarhum saat ini disemayamkan di kediaman keluarga yang beralamat di Jalan Purwakarta Nomor 6, Menteng, Jakarta Pusat. Rencananya, setelah prosesi penghormatan keluarga, jenazah akan dimakamkan secara negara di Taman Makam Pahlawan Kalibata.
Try Sutrisno mengawali kariernya di lingkungan militer dan dikenal luas sebagai salah satu perwira tinggi yang berpengaruh. Pada tahun 1993, ia terpilih menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia melalui sidang umum Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Try ditetapkan sebagai calon oleh Fraksi ABRI dalam MPR, mengungguli pilihan terbuka dari Presiden saat itu, B.J. Habibie.
Sebagai wakil presiden, Try Sutrisno menjabat di bawah pemerintahan Presiden Soeharto, menggantikan posisi wakil presiden sebelumnya, Sudharmono. Ia menjadi wakil presiden ketiga dari kalangan militer setelah Sudharmono berakhir masa jabatannya.
Kepulangan Try Sutrisno menjadi momen refleksi atas perjalanan sejarah kepemimpinan Indonesia, khususnya kontribusi para pemimpin militer dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Masyarakat Indonesia, termasuk di Riau, menyampaikan rasa hormat dan penghargaan atas pengabdian almarhum hingga akhir hayatnya.***













