Banner Website
Daerah

Status Waduk Koto Panjang Normal, Inflow Naik tapi Masih Low Water Level

74
×

Status Waduk Koto Panjang Normal, Inflow Naik tapi Masih Low Water Level

Sebarkan artikel ini
Update Waduk Koto Panjang: Level Air Terkendali, Spillway Belum Dibuka
Pengelola PLTA Koto Panjang di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, memastikan kondisi Waduk Koto Panjang masih dalam status aman hingga Sabtu (20/12/2025) pagi./Taktiknews/Yuris

Taktiknews.com, Pekanbaru – Manajemen PLTA Koto Panjang di Kabupaten Kampar, Riau, memastikan kondisi Waduk Koto Panjang masih aman dan terkendali meski terjadi peningkatan debit air masuk. Berdasarkan pemantauan terbaru pada Minggu (28/12/2025) pukul 13.00 WIB, ketinggian muka air waduk tercatat berada di level 78,09 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Manager PLTA Koto Panjang, Dhani Irwansyah melalui perwakilannya, Erikmon, menjelaskan bahwa volume air yang mengalir masuk ke waduk atau inflow saat ini mencapai 955,73 meter kubik per detik. Sementara itu, debit air yang dilepas melalui turbin pembangkit tercatat sebesar 224,73 meter kubik per detik.

Menurut Erikmon, meskipun terjadi kenaikan inflow, kondisi waduk hingga kini masih berada dalam kategori aman. Elevasi air masih masuk dalam status Low Water Level, sehingga belum memerlukan langkah pengamanan tambahan seperti pembukaan pintu pelimpah.

“Secara umum kondisi Waduk Koto Panjang masih normal. Elevasi waduk masih berada pada level rendah dan masih dalam batas aman operasional,” ujar Erikmon kepada Taktiknews.com.

Ia juga berharap banjir yang melanda sejumlah wilayah di bagian hulu waduk, khususnya kawasan Galugua dan Pangkalan, dapat segera mereda agar tidak berdampak pada peningkatan debit air secara signifikan.

“Harapan kami, kondisi banjir di daerah hulu bisa segera surut sehingga tidak menambah tekanan inflow ke waduk,” tambahnya.

Lebih lanjut, Erikmon menegaskan bahwa pembukaan pintu spillway Waduk Koto Panjang hanya dilakukan berdasarkan parameter teknis yang ketat. Spillway baru akan dibuka apabila elevasi waduk melewati angka 83,00 mdpl dan debit inflow mencapai atau melebihi 1.000 meter kubik per detik.

Selain itu, pembukaan pintu pelimpah juga dapat dilakukan melalui skema early release atau pembukaan dini sebagai langkah antisipasi jika diprediksi akan terjadi lonjakan inflow. Prediksi tersebut didasarkan pada analisis curah hujan dari BMKG serta perhitungan elevasi waduk terhadap kurva Rencana Tahunan Operasi Waduk (RTOW).

“Spillway juga bisa dibuka jika unit pembangkit tidak dapat beroperasi akibat gangguan teknis atau saat elevasi waduk berada pada atau di bawah 73,50 mdpl,” jelas Erikmon.

Manajemen PLTA Koto Panjang memastikan pemantauan kondisi waduk terus dilakukan secara intensif dan berkelanjutan. Setiap perkembangan terbaru akan disampaikan secara terbuka kepada masyarakat demi menjaga keselamatan dan kepercayaan publik.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *