Banner Website
Ekonomi & Bisnis

Rekor 6.000 Penari Zapin di Pekanbaru Dongkrak UMKM, Kuliner Lokal Kebanjiran Rezeki

67
×

Rekor 6.000 Penari Zapin di Pekanbaru Dongkrak UMKM, Kuliner Lokal Kebanjiran Rezeki

Sebarkan artikel ini
Rekor 6.000 Penari Zapin di Pekanbaru Dongkrak UMKM, Kuliner Lokal Kebanjiran Rezeki
Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang membuka lapak di halaman Kantor Samsat Gajah Mada, Itiak Lado Mudo Kak Ros, Kuliner khas Minangkabau berbahan dasar bebek dengan cabai hijau ini tampil mencolok di antara deretan gerai lainnya,Minggu (11/1/2026). /Taktiknews/Yw

Taktiknews.com, Pekanbaru – Pemecahan Rekor MURI Tari Zapin yang melibatkan 6.000 penari di Jalan Gajah Mada, Minggu (11/1/2026), tidak hanya mencatat sejarah budaya, tetapi juga menjadi momentum kebangkitan ekonomi rakyat. Di balik gemuruh langkah penari, denyut ekonomi UMKM ikut berputar kencang.

Sejak pagi hingga siang, kawasan sekitar panggung utama dipadati ribuan warga. Keramaian ini dimanfaatkan para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang membuka lapak di halaman Kantor Samsat Gajah Mada.

Puluhan tenda UMKM berjajar rapi, menawarkan aneka kuliner tradisional hingga produk olahan khas daerah.

Aroma masakan khas Melayu dan Minang saling bersahutan di udara, menggoda para penonton dan penari yang mulai kelelahan.

Pasar rakyat dadakan ini pun menjadi magnet tersendiri, membuktikan bahwa agenda budaya mampu menghadirkan efek ekonomi nyata bagi masyarakat kecil.

Salah satu lapak yang paling ramai diserbu pengunjung adalah Itiak Lado Mudo Kak Ros. Kuliner khas Minangkabau berbahan dasar bebek dengan cabai hijau ini tampil mencolok di antara deretan gerai lainnya.

Sensasi pedas segar dari lado mudo sukses menarik perhatian pengunjung yang ingin membawa pulang lauk siap santap.

Pemilik usaha, Rozita, mengatakan keikutsertaannya dalam event budaya ini membawa dampak signifikan bagi penjualan.

Produk Itiak Lado Mudo disajikan dalam bentuk beku (frozen), sehingga praktis dan tetap menjaga keaslian rasa.

“Konsepnya memang memudahkan. Ibu-ibu tidak perlu repot masak lagi, cukup dipanaskan. Rasanya tetap seperti masakan rumah,” ujar Rozita kepada Taktiknews.com.

Dalam satu kemasan, Rozita menyajikan setengah ekor bebek pilihan dengan tekstur empuk dan bumbu meresap. Olahan ini dibanderol Rp100 ribu per porsi, harga yang dinilai sepadan dengan kualitas dan cita rasa warisan keluarga dari Bukittinggi, Sumatra Barat.

Menurut Rozita, resep yang digunakan merupakan racikan turun-temurun dari sang nenek.

Kini, cita rasa klasik Minang tersebut hadir di Pekanbaru dan menjadi bagian dari kekayaan kuliner lokal yang terus berkembang.

Tak hanya mengandalkan event, produk Itiak Lado Mudo Kak Ros juga sudah tersedia di sejumlah pusat oleh-oleh di Pekanbaru, salah satunya gerai Mega Rasa.

Momentum Rekor MURI Zapin menjadi ajang promosi efektif untuk memperluas jangkauan pasar UMKM lokal.

Perhelatan budaya ini membuktikan bahwa seni tradisi dan ekonomi kerakyatan dapat berjalan beriringan. Rekor Zapin bukan sekadar tontonan massal, tetapi juga ruang hidup bagi pelaku usaha kecil untuk tumbuh dan dikenal lebih luas.

Melalui Zapin, Riau tidak hanya menunjukkan jati diri budayanya, tetapi juga menegaskan bahwa kekuatan ekonomi daerah bertumpu pada UMKM yang diberi ruang, panggung, dan kesempatan berkembang secara bermartabat.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *