Banner Website
Ekonomi & Bisnis

Produksi Migas PHE Tembus 935 Ribu BOEPD, Eksplorasi Tambah Cadangan hingga 108 MMBOE

12
×

Produksi Migas PHE Tembus 935 Ribu BOEPD, Eksplorasi Tambah Cadangan hingga 108 MMBOE

Sebarkan artikel ini
Produksi Migas PHE Capai 935 Ribu BOEPD Semester I 2026
Produksi migas PHE atau PT Pertamina Hulu Energi (PHE). TN/RE

Taktiknews.com, Jakarta – Produksi migas PHE atau PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mencapai 935 ribu barel setara minyak per hari (MBOEPD) hingga akhir Semester I 2026. Capaian tersebut menjadi indikator terjaganya kinerja operasional Subholding Upstream Pertamina di tengah upaya meningkatkan produksi sekaligus memperkuat cadangan migas nasional.

Total produksi tersebut terdiri dari minyak sebesar 459 ribu barel per hari (MBOPD) dan gas bumi mencapai 2.756 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). Kinerja itu didukung pelaksanaan program pengeboran, pemeliharaan sumur, dan eksplorasi yang berjalan sesuai target perusahaan.

Sepanjang Januari hingga Juni 2026, PHE telah menyelesaikan pengeboran 278 sumur eksploitasi. Selain itu, perusahaan juga melaksanakan 601 kegiatan workover dan 13.870 kegiatan well service untuk menjaga keandalan fasilitas produksi serta mempertahankan tingkat produksi migas.

Di sektor eksplorasi, PHE terus memperluas pencarian sumber daya migas baru sebagai bagian dari strategi menjaga keberlanjutan pasokan energi. Hingga pertengahan tahun, perusahaan telah menyelesaikan pengeboran sembilan sumur eksplorasi, survei seismik dua dimensi sepanjang 189 kilometer, serta survei seismik tiga dimensi seluas 2.848 kilometer persegi.

Aktivitas eksplorasi tersebut menghasilkan penemuan sumber daya kontingen (2C) sebesar 108 juta barel setara minyak (MMBOE). Selain itu, PHE juga berhasil menambah cadangan terbukti (P1) sebesar 24,9 MMBOE yang akan memperkuat portofolio cadangan migas perusahaan.

Corporate Secretary PT Pertamina Hulu Energi, Hermansyah Y Nasroen, mengatakan capaian tersebut menunjukkan konsistensi perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara produksi migas dari aset yang telah beroperasi dan pengembangan sumber daya baru.

“Kinerja operasional hingga semester pertama 2026 merupakan hasil komitmen seluruh perwira PHE dalam menjalankan operasi hulu migas secara selamat, andal, efisien, dan berkelanjutan. Kami terus menjaga keseimbangan antara optimalisasi produksi dari aset eksisting dan pengembangan potensi sumber daya baru agar dapat memberikan kontribusi yang optimal terhadap ketahanan energi nasional,” ujar Hermansyah, Selasa (28/7/2026).

Hermansyah menambahkan, PHE akan terus mengoptimalkan pengelolaan aset hulu migas melalui percepatan program pengeboran, penerapan teknologi, serta peningkatan efisiensi operasional. Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi perusahaan maupun negara.

“Berbagai capaian yang diraih hingga pertengahan tahun ini menjadi fondasi yang baik untuk menyelesaikan program kerja tahun 2026. Kami optimistis dapat mempertahankan kinerja positif melalui eksekusi program yang disiplin, pengelolaan risiko yang baik, serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung pencapaian target produksi migas nasional,” tambahnya.

Selain menjaga produksi dan memperkuat cadangan migas, PHE juga menegaskan komitmennya terhadap pengelolaan bisnis yang berkelanjutan. Perusahaan terus mengimplementasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), menerapkan kebijakan Zero Tolerance on Bribery, serta menjalankan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang telah memenuhi standar ISO 37001:2016 sebagai bagian dari tata kelola perusahaan yang transparan dan berintegritas.***

Banner Website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *