Taktiknews.com, Pringsewu – Insiden dugaan teror yang terjadi di Hotel Balong Kuring, Kabupaten Pringsewu, menuai kecaman keras dari pihak manajemen. Pemilik hotel, Ibu Lis (Sapaan), angkat bicara dan menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak dapat ditoleransi serta harus diproses secara hukum, Kamis (19/3/2026).
Dalam pernyataannya, Ibu Lis menyampaikan bahwa kejadian tersebut tidak hanya merugikan tamu, tetapi juga berdampak langsung terhadap pihak hotel secara keseluruhan, termasuk karyawan yang kini merasa resah dan tidak aman.
โSaya mengecam keras kejadian ini. Tindakan seperti itu tidak bisa dibiarkan. Orang seperti itu sebaiknya langsung kita laporkan saja ke pihak kepolisian,โ tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa insiden tersebut telah menimbulkan efek berantai yang serius. Tidak hanya pengunjung yang menjadi korban, namun pihak hotel juga ikut dirugikan, baik secara materiil maupun psikologis.
โPengunjung jadi korban, saya juga jadi korban, dan pegawai saya sekarang merasa takut. Ini jelas mengganggu kenyamanan dan rasa aman di lingkungan hotel,โ ujarnya.
Lebih lanjut, Ibu Lis mengungkapkan bahwa pihak hotel telah mengantongi bukti berupa rekaman CCTV yang memperkuat dugaan adanya unsur kesengajaan dalam peristiwa tersebut. Atas dasar itu, pihaknya berkomitmen untuk segera melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib.
โKami memiliki rekaman CCTV, dan itu akan kami jadikan sebagai bahan laporan ke polisi. Ini penting agar pelaku bisa segera ditindak,โ katanya.
Menurutnya, langkah hukum yang akan ditempuh bukan semata-mata untuk menyelesaikan kasus, tetapi juga sebagai upaya memberikan efek jera kepada pelaku agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.
Ibu Lis juga menyoroti dampak jangka panjang yang dapat ditimbulkan akibat insiden tersebut, khususnya terhadap kepercayaan publik dan keberlangsungan usaha perhotelan yang ia kelola.
โPerilaku seperti ini jelas berpengaruh pada pendapatan kami. Pengunjung pasti akan merasa takut jika keamanan tidak terjamin. Ini yang sangat kami khawatirkan,โ jelasnya.
Diberitakan sebelumnya insiden ini bermula dari dugaan ancaman terhadap seorang karyawan hotel pada dini hari yang kemudian diikuti aksi perusakan kendaraan milik tamu di area parkir. Kedua peristiwa yang terjadi dalam waktu berdekatan tersebut kini tengah diselidiki aparat kepolisian, dengan dugaan adanya keterkaitan antara pelaku ancaman dan aksi vandalisme yang meresahkan lingkungan hotel. ( Davit )














