Taktiknews.com, Pekanbaru – Memasuki bulan suci Ramadan 2026, geliat ekonomi musiman di Kota Pekanbaru mulai terasa. Sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memanfaatkan momentum ini dengan membuka berbagai jenis usaha, mulai dari penjualan takjil, busana muslim, hingga hampers Lebaran, Jumat (20/2/2026).
Ramadan dikenal sebagai periode peningkatan konsumsi masyarakat, khususnya pada sektor kuliner dan kebutuhan ibadah. Di sejumlah titik keramaian seperti kawasan perumahan, tepi jalan protokol, hingga halaman masjid, pedagang takjil mulai bermunculan sejak sore hari.
Usaha makanan dan minuman berbuka puasa masih menjadi yang paling diminati. Menu seperti kolak, es buah, gorengan, kue basah, hingga aneka minuman segar laris manis menjelang waktu berbuka.
Salah seorang pedagang takjil di kawasan Marpoyan, Andini (27), mengaku omzetnya meningkat signifikan selama Ramadan. โKalau hari biasa paling dapat ratusan ribu rupiah, tapi selama Ramadan bisa dua sampai tiga kali lipat, terutama akhir pekan,โ ujarnya kepada Taktiknews.com.
Selain takjil, layanan katering sahur dan buka puasa juga menunjukkan tren positif. Banyak pekerja dan keluarga yang memilih memesan makanan siap saji untuk menghemat waktu.
Tak hanya sektor kuliner, penjualan busana muslim turut mengalami lonjakan. Gamis, baju koko, mukena, hijab, dan sarung menjadi produk yang paling dicari menjelang Hari Raya Idulfitri.
Pemilik toko busana di pusat perbelanjaan Pekanbaru, Andi Saputra, mengatakan bahwa peningkatan pembelian biasanya mulai terasa pada pekan kedua Ramadan. โPembeli sudah mulai berburu pakaian Lebaran lebih awal. Tren belanja sekarang juga banyak melalui media sosial,โ katanya.
Perlengkapan ibadah seperti sajadah, tasbih, dan Al-Qurโan juga banyak diminati, terutama untuk kebutuhan pribadi maupun sebagai hadiah.
Pelaku usaha rumahan kue kering di Pekanbaru mengaku sudah menerima pesanan sejak sebelum Ramadan dimulai. Sistem pre-order diterapkan untuk menghindari kerugian akibat stok berlebih.
Selain itu, kolaborasi dengan komunitas dan pengelola bazar Ramadan juga dinilai efektif untuk memperluas pasar.
Dengan tingginya antusiasme masyarakat, Ramadan kembali menjadi momentum penting bagi pelaku usaha di Pekanbaru untuk meningkatkan pendapatan sekaligus menggerakkan roda perekonomian daerah.
Jika dikelola dengan perencanaan yang matang, bisnis musiman Ramadan tidak hanya memberikan keuntungan jangka pendek, tetapi juga dapat membuka peluang usaha berkelanjutan ke depannya.***















