Banner Website
Daerah

Minggu Kasih Jadi Jembatan Polres Meranti dan Buruh Pelabuhan Jaga Kamtibmas

54
×

Minggu Kasih Jadi Jembatan Polres Meranti dan Buruh Pelabuhan Jaga Kamtibmas

Sebarkan artikel ini
Plt. Kasat Tahti Polres Kepulauan Meranti, Ipda Dedi Santos Manulang (rompi hitam), bersama personel Polres Kepulauan Meranti dan perwakilan buruh Pelabuhan Satu Tanjung Harapan berfoto usai kegiatan Minggu Kasih sebagai wadah dialog humanis dan penguatan kamtibmas, Minggu (25/1/2026)./Taktiknews/AH.

Meranti, Taktiknews.com – Sentuhan dialog yang hangat dan penuh empati kembali ditunjukkan Polres Kepulauan Meranti melalui Program Minggu Kasih, sebuah ruang komunikasi terbuka yang menyatukan aparat kepolisian dan masyarakat pekerja pelabuhan. Kegiatan ini digelar bersama Serikat Buruh Pelabuhan Satu Tanjung Harapan di Kedai Kopi Pelabuhan Satu, Jalan Tanjung Harapan, Kecamatan Tebing Tinggi, Minggu pagi (25/1/2026).

Program tersebut menjadi cerminan pendekatan humanis Polri dalam membangun kedekatan dengan masyarakat, khususnya para buruh pelabuhan yang setiap hari berhadapan dengan aktivitas berisiko tinggi. Suasana akrab dan partisipasi aktif para buruh menandakan tumbuhnya kepercayaan serta keterbukaan dalam menyampaikan aspirasi, masukan, hingga keluhan terkait keamanan dan keselamatan kerja.

Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi melalui Plt. Kasat Tahti Polres Meranti, Ipda Dedi Santos Manulang, menegaskan bahwa sinergi antara kepolisian dan masyarakat merupakan fondasi utama dalam menciptakan keamanan dan ketertiban.

“Kami mengajak rekan-rekan buruh untuk terus menjaga kerja sama yang baik dengan Polri. Keamanan dan ketertiban tidak akan terwujud tanpa peran aktif masyarakat. Dengan komunikasi yang terbuka dan saling percaya, kita dapat menciptakan lingkungan kerja yang aman, nyaman, dan kondusif di Pelabuhan Satu Tanjung Harapan,” ujarnya.

Ipda Dedi juga menyampaikan apresiasi atas kesediaan para buruh yang meluangkan waktu untuk hadir dan berdialog dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, Minggu Kasih bukan sekadar agenda rutin, melainkan sarana strategis untuk mendengar suara masyarakat secara langsung.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menyerap saran, masukan, maupun informasi dari rekan-rekan buruh, terutama yang berkaitan dengan keamanan, ketertiban, dan keselamatan kerja di area pelabuhan,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa kawasan pelabuhan memiliki mobilitas tinggi serta potensi risiko yang tidak kecil. Oleh karena itu, kewaspadaan bersama menjadi kunci utama dalam mencegah gangguan kamtibmas maupun kecelakaan kerja.

“Kami mengimbau agar setiap aktivitas mencurigakan atau kejadian yang berpotensi mengganggu keamanan segera dilaporkan melalui layanan Central 110 Polri. Layanan ini aktif 24 jam dan dirancang untuk respons cepat di lapangan,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Polres Kepulauan Meranti juga menegaskan komitmennya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Setiap informasi dan masukan yang diterima akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

“Situasi kamtibmas di lingkungan Pelabuhan Satu saat ini terpantau aman dan kondusif. Penyampaian imbauan terkait pemanfaatan layanan Central 110 Polri memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesadaran buruh untuk berperan aktif dalam pelaporan dini terhadap gangguan kamtibmas, kecelakaan kerja, maupun situasi darurat,” pungkas Ipda Dedi.

Melalui Program Minggu Kasih, Polres Kepulauan Meranti kembali menegaskan bahwa keamanan bukan hanya tugas aparat, melainkan hasil dari kolaborasi, kepercayaan, dan kepedulian bersama antara Polri dan masyarakat.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *