Banner Website
Peristiwa

Viral di Media Sosial, Jalan Rusak Sialang Pasung Kembali Mempermalukan Infrastruktur Daerah

70
×

Viral di Media Sosial, Jalan Rusak Sialang Pasung Kembali Mempermalukan Infrastruktur Daerah

Sebarkan artikel ini
Kondisi jalan penghubung Desa Sialang Pasung–Desa Segomeng, Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, tampak rusak parah dan memicu keluhan warga. Foto yang diunggah warganet di media sosial ini viral dengan ribuan tanda suka dan ratusan komentar, menyoroti lambannya perbaikan infrastruktur. Minggu, (25/1/26)./Taktiknews/AH.

Rangsang Barat, Taktiknews.com – Jalan penghubung Desa Sialang Pasung menuju Desa Segomeng, Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, kembali menjadi perhatian publik. Kerusakan parah yang tak kunjung diperbaiki kini ramai diperbincangkan warganet setelah sebuah unggahan di media sosial Facebook viral dan menuai ratusan komentar.

Unggahan tersebut dibagikan oleh pengguna Facebook bernama Alfin Hidayat, disertai foto kondisi jalan yang memprihatinkan. Hingga berita ini diturunkan, unggahan itu telah memperoleh sekitar 2,8 ribu tanda suka dan sedikitnya 424 komentar, mencerminkan besarnya keresahan masyarakat terhadap infrastruktur yang dinilai terbengkalai.

Dalam unggahannya, Alfin menyampaikan harapan agar pemerintah segera memberi perhatian serius dan melakukan pembangunan terhadap jalan yang rusak berat tersebut. Jalan itu merupakan akses penting bagi aktivitas warga, mulai dari mobilitas harian hingga kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat setempat.

Pantauan redaksi pada kolom komentar menunjukkan beragam respons warganet, mayoritas bernada keluhan dan kritik. Banyak warga mengungkapkan keprihatinan, bahkan menyayangkan lambannya penanganan pemerintah daerah terhadap persoalan yang disebut telah berlangsung cukup lama.

Pengguna Facebook Mega Saputa menuliskan keluhannya dengan bahasa daerah yang menggambarkan betapa sulitnya melintasi jalan tersebut.

“Minta ampun lewat jalan ike e,” tulisnya.

Ungkapan singkat namun sarat makna juga disampaikan oleh Pribadi Raja, yang mencerminkan rasa kecewa dan sedih warga

“Sungguh miris kampungku.”

Nada sindiran turut muncul dalam komentar Arif Joko Prasetyo, yang menyinggung proses birokrasi pemerintah daerah.

“Sabar, menunggu MoU dulu,” tulisnya, Minggu (25/1/2026).

Meski dibanjiri kritik, harapan tetap mengemuka. Tarmizi Mizi berharap suara masyarakat yang ramai di media sosial dapat membuka mata para pemangku kebijakan.

“Semoga menjadi perhatian pemerintah untuk dibangun,” tulisnya.

Redaksi menilai persoalan jalan rusak di Desa Sialang Pasung bukan semata soal infrastruktur, melainkan juga menyangkut keselamatan, kenyamanan, serta keberlangsungan aktivitas ekonomi dan sosial warga. Jalan yang rusak parah berpotensi menghambat distribusi hasil pertanian, layanan pendidikan, hingga akses kesehatan.

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih berupaya mengonfirmasi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti melalui Dinas PUPR terkait rencana penanganan dan perbaikan jalan tersebut. Masyarakat berharap, sorotan publik yang kian luas ini dapat menjadi pemicu hadirnya langkah nyata dari pihak berwenang.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *