Banner Website
Daerah

Doa yang Sunyi Berujung Sorak Kemenangan, M. Febriyan Menjawabnya di Ring Dumai

59
×

Doa yang Sunyi Berujung Sorak Kemenangan, M. Febriyan Menjawabnya di Ring Dumai

Sebarkan artikel ini
M. Febriyan tampil fokus dan agresif saat menghadapi lawannya pada laga kelas 71 kilogram dalam ajang Exhibition Muaythai Kota Dumai Open 2026 di Atrium City Mall Dumai, Jumat (24/1/2026).Taktiknews/AH.

Dumai, Taktiknews.com – Bukan semata adu pukulan dan tendangan di atas ring, malam itu menjelma menjadi panggung pembuktian bagi seorang anak muda asal Bengkalis. M. Febriyan melangkah ke arena dengan keyakinan dan ketenangan, membawa serta kerja keras yang ditempa dalam latihan panjang. Usahanya pun berbuah manis, setelah ia memastikan diri meraih gelar juara kelas 71 kilogram pada Exhibition Muaythai Kota Dumai Open 2026, yang digelar 24 Januari 2026 di Atrium City Mall Dumai.

Sorotan lampu arena menyinari pertarungan demi pertarungan yang sarat gengsi. Sebanyak 62 atlet dari berbagai kabupaten dan kota se-Provinsi Riau bertemu dalam kompetisi yang menuntut bukan hanya kekuatan fisik, tetapi juga kecerdasan teknik dan ketangguhan mental. Di tengah tekanan itulah Febriyan menunjukkan kedewasaan bertarung, hingga akhirnya memastikan diri berdiri di podium tertinggi.

Kemenangan tersebut menjadi lebih dari sekadar prestasi pribadi. Ia menjelma simbol bahwa kerja keras yang dibangun dari latihan sunyi dan disiplin panjang mampu menembus panggung kompetisi bergengsi. Ketua Camp Leo Fight Team Bengkalis, M. Okta Rama Setiawan, menyebut capaian ini sebagai hasil dari proses yang tidak instan.

“Alhamdulillah, atlet kami berhasil meraih juara. Ini bukan keberuntungan semata, melainkan buah dari latihan disiplin dan komitmen yang dijaga konsisten. Prestasi ini ikut mengharumkan nama Kabupaten Bengkalis,” ujarnya.

Bagi Okta, kemenangan ini bukan titik akhir, melainkan awal dari perjalanan yang lebih menantang. Ia berharap capaian tersebut menjadi energi baru bagi para atlet untuk terus melampaui batas kemampuan diri.

“Jangan cepat puas. Jadikan kemenangan ini sebagai pijakan untuk menatap kelas yang lebih tinggi dan tantangan yang lebih besar,” pesannya.

Dukungan publik Bengkalis pun menjadi bagian penting dari kisah ini. Okta menegaskan bahwa doa dan kepercayaan masyarakat turut menguatkan mental atlet saat berlaga di arena.

Di balik sorak kemenangan, M. Febriyan, putra Desa Senggoro, Kabupaten Bengkalis, menyimpan kesadaran bahwa gelar juara adalah hasil dari perjalanan panjang. Ia memaknai kemenangan ini sebagai pengingat akan arti konsistensi dan pengorbanan.

“Prestasi ini sangat membanggakan. Kemenangan di kelas 71 kilogram lahir dari latihan rutin bersama teman-teman di Bengkalis, serta doa orang tua, sahabat, dan masyarakat Desa Senggoro yang selalu memberi semangat,” tuturnya.

Sebagai mahasiswa Politeknik Negeri Bengkalis dan alumni SMAN 2 Bengkalis tahun 2025, Febriyan menegaskan ambisinya belum berhenti di level regional. Ia bertekad terus mengasah teknik dan mental bertarung demi menembus pentas nasional hingga internasional.

“Selama semangat dijaga, insyaallah selalu ada jalan untuk melangkah lebih jauh,” ucap Riyan, sapaan akrabnya.

Nada serupa disampaikan pelatih Muaythai Camp Leo Fight Team Bengkalis, Ucip, yang melihat kemenangan ini sebagai momentum pembelajaran, bukan tujuan akhir.

“Perjalanan masih panjang. Prestasi hari ini harus menjadi titik awal untuk capaian yang lebih besar. Terus berlatih, jaga semangat, dan bidik prestasi di tingkat nasional hingga internasional,” tegasnya.

Kebanggaan juga datang dari kampung halaman. Penjabat Kepala Desa Senggoro, Muslimin, ST, menyebut keberhasilan Febriyan sebagai bukti bahwa potensi pemuda desa mampu bersaing di arena besar.

“Prestasi ini menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Desa Senggoro. Kami berharap keberhasilan ini menginspirasi generasi muda agar berani bermimpi besar dan berjuang mengharumkan nama daerah,” ujarnya, Minggu (25/1/2026).

Ajang Exhibition Muaythai Dumai Open 2026 sendiri dibuka secara resmi oleh Wali Kota Dumai yang diwakili Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik, Hermanto Usman, serta disaksikan pengunjung lokal maupun mancanegara. Namun bagi Febriyan, panggung sesungguhnya baru saja dimulai, sebuah perjalanan panjang menuju mimpi yang lebih tinggi.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *