Banner Website
Peristiwa

Mahasiswi UIN Suska Jadi Korban Pembacokan, Keluarga Desak Hukuman Tegas untuk Pelaku

61
×

Mahasiswi UIN Suska Jadi Korban Pembacokan, Keluarga Desak Hukuman Tegas untuk Pelaku

Sebarkan artikel ini
Mahasiswi UIN Suska Jadi Korban Pembacokan, Keluarga Desak Hukuman Tegas untuk Pelaku
Paman korban, Herwansyah atau yang akrab disapa Iwan, mengungkapkan bahwa Farradhilla dikenal sebagai pribadi yang ceria dan mudah bergaul, Kamis (26/2/2026). Taktiknews/Made

Taktiknews.com, Pekanbaru– Kasus pembacokan terhadap mahasiswi di lingkungan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau kembali menyita perhatian publik. Farradhilla Ayu Pramesti (23) menjadi korban serangan senjata tajam yang diduga dilakukan oleh seorang mahasiswa berinisial R (24), Kamis (26/2/2026).

Peristiwa ini tak hanya mengguncang civitas akademika, tetapi juga memicu sorotan serius terhadap isu keamanan di area kampus. Keluarga korban pun angkat suara dan meminta aparat penegak hukum bertindak tegas.

Paman korban, Herwansyah atau yang akrab disapa Iwan, mengungkapkan bahwa Farradhilla dikenal sebagai pribadi yang ceria dan mudah bergaul. Ia menyebut keponakannya tidak pernah menunjukkan perilaku yang mengarah pada konflik.

“Dia anaknya ramah dan baik, terutama dengan teman-temannya. Banyak temannya yang datang ke rumah, dan semuanya perempuan,” ujar Iwan saat ditemui di RSUD Arifin Achmad.

Menurutnya, sebelum kejadian, Farradhilla sempat berpamitan untuk berangkat ke kampus guna mengikuti ujian seminar proposal (sempro). Tidak ada firasat buruk yang dirasakan keluarga saat itu.

Iwan menjelaskan, selama menempuh pendidikan di Pekanbaru, Farradhilla tinggal bersamanya di kawasan Jalan Serayu, Labuh Baru Timur, Kecamatan Payung Sekaki. Sementara kedua orang tuanya berdomisili di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau.

“Sejak kuliah memang tinggal bersama kami. Orang tuanya di Tanjung Pinang. Kakaknya dulu juga sempat tinggal di sini sebelum lulus dan kembali ke sana,” jelasnya.

Kabar pembacokan tersebut, lanjut Iwan, benar-benar mengejutkan keluarga besar. Mereka tidak menyangka Farradhilla yang dikenal pendiam dan fokus kuliah harus mengalami kejadian tragis itu.

Atas insiden ini, keluarga berharap pihak kepolisian dapat menegakkan hukum secara adil dan transparan. Mereka menuntut agar pelaku diproses sesuai aturan yang berlaku.

“Kami ingin pelaku dihukum setimpal atas apa yang telah dilakukan terhadap keponakan kami,” tegas Iwan.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi pengelola perguruan tinggi untuk memperkuat sistem keamanan dan pengawasan di lingkungan kampus. Mahasiswa dan keluarga kini menanti langkah tegas aparat agar rasa aman di dunia pendidikan dapat kembali terjamin.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *