Taktiknews.com, Pekanbaru – Isu strategis mengenai tanggung jawab media dalam membentuk opini publik yang sehat dan berimbang menjadi fokus utama diskusi akademik mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) bersama redaksi media siber, Senin (19/1/2025), di Kota Pekanbaru.
Sebanyak sembilan orang mahasiswa UMRI melakukan kunjungan studi jurnalistik sebagai bagian dari tugas perkuliahan dan riset skripsi.
Dalam forum diskusi tersebut, mahasiswa menggali secara langsung proses kerja media, mulai dari pengolahan fakta, verifikasi data, hingga teknik penyajian berita yang berdampak pada persepsi publik.
Diskusi berlangsung dinamis dengan menyoroti bagaimana media memiliki peran strategis dalam membentuk cara pandang masyarakat terhadap suatu peristiwa.
Mahasiswa terlihat aktif mengajukan pertanyaan seputar etika jurnalistik, objektivitas pemberitaan, serta tantangan media digital di tengah derasnya arus informasi.
Praktisi komunikasi sekaligus jurnalis, Marianus Waruwu, S.I.Kom, menegaskan bahwa opini publik yang kuat tidak lahir dari asumsi, melainkan dari fakta yang terverifikasi dan proses jurnalistik yang disiplin.
“Media tidak boleh berspekulasi. Setiap informasi harus berbasis data, melalui konfirmasi, dan disampaikan dengan tanggung jawab. Kesalahan framing bisa berdampak luas bagi masyarakat,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa cara pandang awal jurnalis sangat menentukan arah narasi sebuah berita. Dari sudut pandang inilah publik akhirnya membentuk persepsi terhadap isu yang diberitakan.
Menurut Marianus, kemampuan memilah dan membingkai isu (framing) merupakan keterampilan utama dalam dunia jurnalistik.
Media, kata dia, wajib memprioritaskan isu yang memiliki kepentingan publik luas dibandingkan kepentingan segelintir pihak.
“Contohnya kebijakan kampus yang berdampak pada ribuan mahasiswa jelas layak diberitakan. Namun jika hanya kepentingan personal atau kelompok kecil, nilai beritanya menjadi lemah,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa minimnya pemahaman jurnalis terhadap isu yang diangkat berpotensi melahirkan informasi bias dan menyesatkan. Karena itu, pendalaman materi sebelum publikasi menjadi keharusan mutlak.
Kegiatan diskusi ini diharapkan mampu membuka wawasan mahasiswa UMRI tentang praktik jurnalistik yang beretika, sekaligus menanamkan kesadaran bahwa media merupakan pilar demokrasi yang berperan penting dalam mencerdaskan kehidupan publik melalui informasi yang akurat dan berimbang.***














