Banner Website
Peristiwa

Ledakan Diduga Pipa Gas di Inhil, Akses Jambi-Riau Ditutup Sementara

57
×

Ledakan Diduga Pipa Gas di Inhil, Akses Jambi-Riau Ditutup Sementara

Sebarkan artikel ini
Ledakan Diduga Pipa Gas di Inhil, Akses Jambi-Riau Ditutup Sementara
Ledakan hebat yang diduga berasal dari pipa gas milik PT Trans Gas Indonesia (TGI) mengguncang Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, Jumat (2/12/2026) sore. (TN/Rana Riau)

Taktiknews.com, Indragiri Hilir – Warga Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, dikejutkan oleh ledakan keras yang disusul kobaran api besar pada Jumat (2/12/2026) sore. Insiden tersebut diduga berasal dari jaringan pipa gas milik PT Trans Gas Indonesia (TGI) dan berdampak pada terhentinya arus lalu lintas di jalur utama penghubung Jambi–Riau.

Ledakan dilaporkan terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Hingga malam hari, api masih terlihat menyala dengan intensitas tinggi, mengeluarkan panas ekstrem yang membuat aparat dan petugas terkait belum dapat mendekati pusat kejadian.

Camat Kemuning, Raja Nurliatin, mengatakan kondisi di lokasi masih berbahaya. Menurutnya, api belum sepenuhnya dapat dikendalikan dan berpotensi menimbulkan risiko lanjutan bagi warga sekitar.

“Api masih aktif dan area belum aman untuk didekati,” ujarnya.

Kapolres Indragiri Hilir AKBP Farouk Oktora melalui Kapolsek Kemuning Kompol M. Simanungkalit, SH, MH, mengungkapkan bahwa dugaan sementara sumber ledakan berasal dari pipa gas milik PT Trans Gas Indonesia.

“Demi keselamatan, kami menutup akses di sekitar lokasi dan menetapkan radius aman hingga satu kilometer. Masyarakat diminta menjauh,” tegas Kapolsek.

Akibat kejadian tersebut, Jalan Lintas Timur Jambi–Riau tidak dapat dilalui kendaraan dari kedua arah. Penutupan dilakukan untuk mencegah korban akibat paparan panas tinggi di sekitar lokasi kebakaran. Beberapa kendaraan dilaporkan mengalami kerusakan setelah terpapar suhu ekstrem dari kobaran api.

“Arus lalu lintas kami hentikan sementara. Pengendara diminta mencari jalur alternatif dan tidak memaksakan diri melintas,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi terkait korban jiwa maupun jumlah kerugian materiil. Proses pendataan masih berlangsung seiring upaya pengamanan area dan pemantauan kondisi pipa yang diduga masih mengeluarkan gas.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas, mengingat potensi bahaya lanjutan masih cukup tinggi.

Peristiwa ini kembali memicu perhatian publik terhadap aspek keselamatan dan pengawasan infrastruktur energi, khususnya jaringan pipa gas yang berada di dekat jalur transportasi dan kawasan permukiman. Pemerintah dan pihak perusahaan diharapkan segera memberikan penjelasan resmi serta langkah penanganan menyeluruh guna mencegah kejadian serupa terulang.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *