Indragiri Hulu (Inhu) – Forum Penyelamat Aset Negara (FPAN) bersilaturahmi ke Kantor Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) untuk menyampaikan berbagai keluhan masyarakat Indragiri Hulu. Salah satu persoalan utama yang dibawa adalah kerusakan parah jalan lintas tengah Inhu–Kuansing yang telah lima tahun lebih dibiarkan tanpa perbaikan. Jalan vital yang menjadi jalur utama mobilitas masyarakat dan angkutan barang ini rusak akibat lalu lintas kendaraan tambang batu bara berjenis ODOL (over dimension over load).
Tokoh adat Datuk Seri Raja Marjohan Yusuf mengungkapkan FPAN bersama LAMR berkomitmen mencari solusi terkait persoalan tersebut, khususnya di jalur Pranap hingga Air Molek. Ia menegaskan aspirasi masyarakat Inhu dan tiga kabupaten lainnya akan segera diagendakan dalam pertemuan bersama Gubernur Riau.
“Fungsi jalan ini sangat vital untuk mobilitas orang dan barang. Kerusakannya sudah berlangsung lama. Kami berharap pihak terkait dapat segera menemukan solusi,” ujarnya, Senin (15/9/2025).
Datuk Seri juga mengimbau masyarakat agar tetap bersabar sembari menunggu langkah nyata pemerintah dalam menangani kerusakan jalan.
Dukungan terhadap langkah FPAN juga datang dari Lembaga Adat Melayu Riau. Datuk Riau menegaskan LAMR siap mendukung perjuangan FPAN dalam memperjuangkan hak masyarakat, namun tetap meminta masyarakat menjaga kondusivitas.
“Kami mendukung langkah FPAN. Mudah-mudahan persoalan ini cepat tertangani,” kata Datuk Sri Raja Riau.
Sementara itu, Pendiri FPAN Fahri berharap LAMR berperan aktif dalam mengawal penyelesaian masalah ini.
“Kalau tidak ada tindakan nyata, FPAN bersama LAMR akan melakukan survei dan penertiban sendiri,” tegas Fahri saat ditemui di Kantor Adat LAMR.













