TaktikNews.com, Pekanbaru – Bisnis kuliner berbasis ikan khas Melayu Pekanbaru terus menunjukkan kontribusi nyata terhadap pergerakan ekonomi lokal. Menu seperti gulai ikan patin, patin tempoyak, asam pedas ikan baung, ikan selais asap, dan gulai ikan tapah menjadi andalan sejumlah rumah makan tradisional yang kini berkembang menjadi pelaku UMKM dengan omzet stabil.
Sejumlah rumah makan di Pekanbaru yang konsisten menyajikan menu ikan khas daerah antara lain Pondok Patin H. M. Yunus, RM Kota Patin, dan Pondok Gurih. Rumah makan tersebut tidak hanya melayani pelanggan harian, tetapi juga menerima pesanan rombongan, katering acara kantor, hingga jamuan resmi pemerintahan.
Pemilik Pondok Patin H. M. Yunus menyebutkan menu gulai dan asam pedas patin masih menjadi penyumbang pendapatan terbesar.
“Permintaan ikan patin relatif stabil sepanjang tahun. Dalam sebulan, kontribusi menu ikan bisa mencapai lebih dari separuh omzet kami,” ujarnya.
Selain patin, menu asam pedas ikan baung dan ikan selais asap juga memiliki pasar tersendiri, terutama bagi pelanggan yang mencari cita rasa khas sungai Riau. Produk olahan seperti ikan asap bahkan mulai diminati sebagai oleh-oleh karena daya simpannya lebih lama.
Dari sisi konsumen, kuliner ikan khas Pekanbaru dinilai memiliki nilai lebih dibandingkan menu umum lainnya. Vitra (22), salah seorang pelanggan asal Pekanbaru, mengaku rutin memilih rumah makan khas Melayu untuk makan bersama keluarga maupun rekan kerja.
“Kalau ada tamu dari luar kota, saya hampir selalu ajak ke rumah makan patin atau baung. Rasanya khas, tidak bisa ditemukan di daerah lain, dan harganya masih masuk akal,” kata Vitra kepada TaktikNews.com.
Menurutnya, selain rasa, faktor kesegaran bahan baku juga menjadi alasan utama.
“Ikannya segar, kuahnya kaya rempah. Itu yang bikin kami sebagai pelanggan kembali lagi,” tambahnya.
Segmen pelanggan rumah makan ikan khas Pekanbaru tidak hanya berasal dari masyarakat lokal, tetapi juga wisatawan domestik dan pelanggan korporasi. Banyak rumah makan mengaku menerima pesanan rutin untuk rapat, seminar, dan kegiatan instansi, yang membantu menjaga arus kas usaha tetap sehat.
Pertumbuhan rumah makan ikan khas Pekanbaru turut berdampak pada sektor hulu, khususnya pembudidaya ikan patin dan baung, nelayan sungai, hingga pelaku usaha pengolahan ikan asap dan tempoyak. Rantai pasok lokal ini menciptakan efek ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.
Pengamat ekonomi daerah menilai, penguatan kuliner khas daerah berbasis ikan dapat menjadi strategi pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata kuliner. Dengan dukungan promosi, sertifikasi, serta pemasaran digital, bisnis rumah makan ikan khas Pekanbaru dinilai memiliki peluang untuk terus tumbuh dan menembus pasar yang lebih luas.***














