TaktikNews.com, Kuantan Singingi – Upaya percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah terpencil terus mendapat perhatian serius dari Polda Riau. Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Riau, Brigjen Pol Dr. Hengki Haryadi, meninjau langsung progres pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi di Kecamatan Pucuk Rantau, Kabupaten Kuantan Singingi, Rabu (11/2/2026).
Wakapolda Riau didampingi Dansat Brimob Polda Riau, Kombes Pol I Ketut Gede Adi Wibawa, bersama sejumlah pejabat utama Polda Riau. Rombongan tiba di Desa Muara Tiu Makmur sekitar pukul 10.35 WIB menggunakan helikopter dan mendarat di lapangan sepak bola desa setempat.
Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan asistensi sekaligus pemeriksaan langsung terhadap pembangunan jembatan gantung yang menghubungkan Desa Muara Petai dan Desa Muara Tiu Makmur, jalur vital yang selama ini menjadi akses utama masyarakat.
Setelah tiba, rombongan melaksanakan silaturahmi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kuansing, kepala desa, tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat se-Kecamatan Pucuk Rantau di Masjid Al Mujahadah, Desa Muara Petai.
Bupati Kuantan Singingi, Dr. H. Suhardiman Amby, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan Polda Riau dalam pembangunan infrastruktur strategis di wilayahnya. Menurutnya, Kecamatan Pucuk Rantau memiliki posisi penting karena berbatasan langsung dengan Provinsi Jambi, Sumatera Barat, serta Kabupaten Indragiri Hulu.
“Jembatan ini sangat menentukan mobilitas masyarakat, terutama di wilayah perbatasan. Pemerintah daerah siap bersinergi dengan TNI dan Polri demi kelancaran pembangunan,” kata Suhardiman kepada TaktikNews.com.
Senada, tokoh masyarakat Pucuk Rantau, Ahmad Shaleh, menilai kehadiran jembatan tersebut akan memberi dampak besar bagi aktivitas warga, khususnya anak-anak sekolah dan pelaku ekonomi desa. Ia juga berharap aparat keamanan terus meningkatkan pengawasan terhadap peredaran narkoba di wilayah pedesaan.
Dalam arahannya, Wakapolda Riau Brigjen Pol Hengki Haryadi menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi merupakan bagian dari program nasional yang melibatkan peran aktif TNI dan Polri dalam mendukung pembangunan daerah.
“Jembatan ini bukan hanya sarana penghubung, tetapi urat nadi kehidupan masyarakat. Ia membuka akses ekonomi, pendidikan, dan pelayanan sosial. Karena itu, pembangunan harus dilakukan secara kolaboratif dan tepat sasaran,” tegas Hengki.
Usai kegiatan dialog dan makan bersama, rombongan meninjau langsung lokasi pembangunan jembatan gantung sepanjang 83 meter yang kini tengah dikerjakan. Wakapolda memastikan progres pembangunan berjalan sesuai rencana sebelum melanjutkan agenda kunjungan ke Kabupaten Pelalawan.
Sementara itu, Dansat Brimob Polda Riau Kombes Pol I Ketut Gede Adi Wibawa menegaskan kesiapan jajarannya dalam mendukung penuh program pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Brimob Polda Riau berkomitmen mendukung pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi ini. Kehadiran Polri bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga hadir sebagai bagian dari solusi pembangunan, khususnya di daerah dengan akses terbatas,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembangunan jembatan tersebut menjadi simbol kuat sinergi Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendorong pemerataan pembangunan di Kabupaten Kuantan Singingi.
Dengan rampungnya jembatan ini nantinya, diharapkan konektivitas antar desa semakin lancar, perekonomian masyarakat meningkat, serta akses pendidikan dan layanan dasar dapat dijangkau dengan lebih mudah oleh warga Kecamatan Pucuk Rantau.***













