TaktikNews.com, Pekanbaru – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kota Pekanbaru selama lebih dari satu bulan terakhir menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan. Kecamatan Payung Sekaki menjadi wilayah dengan luas kebakaran terbesar, dengan total lahan terbakar hampir mencapai delapan hektar sejak awal Januari 2026.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekanbaru, total lahan yang terbakar di Payung Sekaki tercatat seluas 7,18 hektar. Titik kebakaran tersebar di beberapa lokasi, di antaranya Jalan As Shofa, Jalan Arjuna ujung, serta Jalan Sidorukun ujung.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Pekanbaru, Iwa Gemino, mengatakan proses pemadaman di wilayah Payung Sekaki, khususnya di Jalan Arjuna ujung, memerlukan waktu cukup lama karena luas lahan yang terbakar dan kondisi medan.
“Pemadaman di lokasi tersebut kami lakukan selama empat hari, termasuk proses pendinginan untuk memastikan api benar-benar padam,” ujar Iwa kepada TaktikNews.com, Selasa (10/2/2026).
Ia menjelaskan, di kawasan Jalan Arjuna ujung saja, luas lahan yang terdampak kebakaran mencapai sekitar tujuh hektar, sehingga membutuhkan upaya ekstra dari petugas gabungan di lapangan.
Selain Payung Sekaki, BPBD juga mencatat kebakaran lahan terjadi di beberapa kecamatan lain di Kota Pekanbaru. Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Kulim, Rumbai, Rumbai Timur, Bukit Raya, Tuah Madani, dan Bina Widya.
Akumulasi kebakaran lahan di berbagai wilayah tersebut membuat total luas lahan terbakar di Kota Pekanbaru sejak 1 Januari hingga 6 Februari 2026 hampir mencapai 12 hektar. Data terbaru mencatat luas karhutla berada di angka 11,53 hektar.
BPBD Kota Pekanbaru memastikan upaya penanganan karhutla terus dilakukan secara intensif dengan melibatkan aparat gabungan, mulai dari pemadaman, pendinginan, hingga pengawasan pascakebakaran.
“Kami terus melakukan pengawasan bersama tim gabungan untuk mencegah kebakaran susulan dan memastikan situasi tetap terkendali,” pungkas Iwa.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan, mengingat kondisi cuaca yang masih rawan memicu kebakaran meluas.***














