Banner Website
Peristiwa

Karhutla Muncul di Tiga Daerah, BPBD Riau Tingkatkan Kewaspadaan Musim Panas

61
×

Karhutla Muncul di Tiga Daerah, BPBD Riau Tingkatkan Kewaspadaan Musim Panas

Sebarkan artikel ini
Karhutla Muncul di Tiga Daerah, BPBD Riau Tingkatkan Kewaspadaan Musim Panas
Ilustrasi Kebakaran hutan. (Tn/Free)

Taktiknews.com, Pekanbaru – Memasuki fase awal musim panas, Provinsi Riau kembali menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Provinsi Riau mencatat kemunculan titik kebakaran di tiga wilayah kabupaten dalam sepekan terakhir.

Kepala BPBD Damkar Riau, Edy Afrizal, mengatakan kejadian Karhutla terpantau di Kabupaten Kepulauan Meranti, Bengkalis, serta Kampar. Kondisi cuaca panas dan minimnya curah hujan dinilai menjadi faktor yang memicu munculnya titik api di sejumlah lokasi.

โ€œDalam sepekan terakhir sudah ada tiga kabupaten yang mengalami Karhutla. Ini menjadi sinyal awal bahwa Riau mulai masuk periode rawan kebakaran,โ€ ujar Edy, Minggu (25/1/2025).

Di Kabupaten Kampar, kebakaran dilaporkan terjadi di Desa Birandang, Kecamatan Kampa, dengan luasan area terdampak sekitar satu hektare. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim gabungan dari BPBD, TNI, dan Polri langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman.

Edy memastikan seluruh titik api di ketiga daerah tersebut berhasil dikendalikan dan dipadamkan. Langkah cepat petugas di lapangan dinilai efektif mencegah meluasnya kebakaran ke area yang lebih besar.

โ€œAlhamdulillah, semua titik api baik di Kampar, Bengkalis, maupun Meranti sudah berhasil dipadamkan oleh tim gabungan,โ€ jelasnya.

Ia menambahkan, upaya pemadaman dilakukan melalui jalur darat dengan mengerahkan personel dan peralatan yang tersedia di masing-masing daerah. Respons cepat menjadi kunci utama dalam pengendalian Karhutla, terutama di tengah kondisi cuaca yang mulai kering.

Seiring meningkatnya potensi Karhutla, BPBD Damkar Riau kini memperketat kesiapsiagaan dan pemantauan di wilayah-wilayah rawan. Edy mengingatkan seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat, agar lebih waspada dan tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan.

Saat ini, Provinsi Riau masih berada dalam status siaga hidrometeorologi hingga akhir Januari. Terkait kemungkinan penetapan status siaga Karhutla, Edy menyebut keputusan tersebut akan disesuaikan dengan perkembangan situasi di lapangan.

โ€œKita terus memantau kondisi. Jika memang diperlukan, penetapan status siaga Karhutla bisa dilakukan, diawali dari kabupaten dan kota sesuai tingkat kerawanan,โ€ pungkasnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *