Riau

Kala Anggota DPRD Provinsi Riau Husaimi Sambangi TPQ Al Islamiyyah Pangkalan Batang Barat

35
×

Kala Anggota DPRD Provinsi Riau Husaimi Sambangi TPQ Al Islamiyyah Pangkalan Batang Barat

Sebarkan artikel ini
Teks foto : Miftah Ustadz TPQ Al Islamiyyah (no.6 dari kiri) bersama Anggota DPRD Provinsi Riau H. Husaimi Hamidi,.S.E.,M.H, (no.5) dan Charul Afrizal budak pulau Bengkalis (pakai baju hijau) setelah mengunjungi dan berbincang-bincang, Kamis (28/12/2023) petang.

BENGKALIS, Taktiknews.com – Pertumbuhan tempat membaca Al-Qur’an melalui Program Magrib Mengaji di Pulau Bengkalis semakin mekar apalagi mendapat dukungan dari berbagai pihak, kalangan, maupun tokoh yang setia memberikan support.

Salah satu tempat mengaji tersebut adalah Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Al Islamiyyah Bengkalis yang beralamat di Jalan Utama Desa Pangkalan Batang Barat, Bengkalis Riau yang umurnya pada Desember 2023 ini karena baru dibuka pada Juni 2023 kemarin sekitar 6 bulan namun telah memiliki 100an pelajar mulai tingkat Pra Tahsin bacaan Iqro, Kelas Tahsin yang setelah lulus akan masuk ke Kelas Tahfiz.

10 orang tenaga pengajar merupakan warga desa ini ada juga dari Desa Pedekik. Puluhan ustadz ustadzah ini mengajar santri TPQ Al Islamiyyah yang bukan saja dari desa yang saat ini dipimpin Pj Kepala Desa (Kades) Marvin Samudera, ada dari Teluk Latak, Kelapapati, dan Desa Pedekik.

Miftah Al Fikri seorang pengurus dan ustadz di TPQ Al Islamiyyah ini menuturkan dahulunya TPQ ini adalah Madrasah Tsanawiyah (MTs) Annahdhatud Diniyah yang sekarang telah memiliki bangunan dan lokasi baru di “Tanah Beso” milik “Aki Toho” panggilan H Muhammad Toha tak jauh dari Kantor Desa, Masjid Umar bin Khattab serta SMPN 6 Bengkalis, di Jalan Muhammad Toha yang semuanya berdiri di atas “Tanah Beso” tadi.

“Kendala yang dihadapi adalah perlunye renovasi beberapa Ruang Kegiatan Belajar (RKB) yang disebabkan telah 6 tahun tidak digunakan karena pindahnye MTs Annahdatud Diniwiyah ke lokasi baru. Kita sudah mintak donasi dari warga, dari wali murid, kemarin kita ganti plafon, pasang instalasi listriknye, lampu. Ade juge yang menyumbangkan meja belajar, Al-Qur’an, semuenye swadaya dari masyarakat. Kalau kendala operasional, kemarin pimpinan menyampaikan gaji guru jika mengharapkan dari SPP murid, itu memang tidak cukup, tapi kita berupaya untuk minta donasi dari warga,” kata Miftah kepada Media ini, Kamis (28/12/2023) petang.

Miftah menyebutkan bahwa bangunan berdiri di atas tanah almarhum Lajis, sang kakeknya. Proses perizinan sedang berjalan. 2 RKB rehab ringan dengan mengganti plafon dan atap yang bocor. 4 RKB dipakai dan ditambah 1 RKB lagi karena pendaftaran tahap II (25/12/2023-20/01/2024) ade yang mendaftar 25 orang sehingga 5 RKB dipakai untuk menampung para generasi Qur’ani. Masih ada 2 RKB lagi yang kosong, 1 RKB untuk kantor.

“Diharapkan partisipasi masyarakat untuk same-same membangun kampung, baik yang ada di Desa Pangkalan Batang Barat maupun di mane saje untuk mencetak generasi muda yang mencintai Al-Qur’an. Kami membutuhkan tiko getah, renovasi jendela kelas. Al-Qur’an Alhamdulillah udah cukup, meja juge ade yang wakaf.

Kalau ingin berdonasi bisa menghubungi pengurus bisa juga Penanggung Jawab Program Ustadz Syahrial, lewat saye ataupun transfer melalui rekening Bank Syariah Indonesia (BSI) Bengkalis nomor rekening 7121566731,” kata Miftah Al Fikri di akhir wawancara dengan sedikit informasi pendaftaran tahap II sempat menolak menerima murid baru karena berbagai keterbatasan pihak TPQ Al Islamiyyah.

Sebelumnya, anggota DPRD Provinsi Riau H Husaimi Hamidi,SE,MH begitu selesai acara Sosialisasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Provinsi Riau yang dibawa mengunjungi TPQ Al Islamiyyah ini mengatakan, “Ini luar biasa apalagi kami dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sangat merespon. Pada prinsipnya ini harus ada campur tangan pemerintah.

Kemudian saran kita kepada pengurus, status sekolahnya dahulu diurus izinnya apalagi ini statusnya masih Yayasan MTs (Annahdatud Diniyah) yang menumpang, jika kita meminta sumbangan bantuan dari perusahaan harus ada legalitasnya. Jadi saran saya, pertama komunikasi dengan yang punya yayasan, setelah legalitasnya ada bikin proposalnya, Insya Allah kita bisa bantu karena ini menurut saya penting, hari ini kenakalan remaja luar biasa. Narkoba di mana-mana, mencegah narkoba itu dengan cara mendekatkan diri dengan agama, ke masjid, ke madrasah. Penyuluhan-penyuluhan (tentang narkoba) itu ndak seberapa pengaruhnya, pengaruh besarnya adalah mendekatkan anak muda itu ke pendidikan agama apalagi dilakukan sejak usia dini. Sering saya sampaikan kalau kita berumur 22 atau 23 tahun sesat, kalau dasar agamanya ada itu cepat kembali ke jalan yang benar tetapi kalau dasar agamanya tidak ada maka itu akan sesat terus,” kata Husaimi pemilik tagline “Kita Perintis Bukan Pewaris” ini seraya memuji Miftah bersama pengurus yang lain mau berkorban, “Semoga dinda dan pengurus semuanya tetap sehat, pasti ada jalan keluarnya,” doa Husaimi.

Diungkapkan putra ikon Ikan Arwana Pujut Kabupaten Rokan Hilir ini, “Orang banyak keliru dulu saya mendirikan MTs di kampung saya, orang mencemeeh tamat MTs tidak bagus. (Sebenarnya) Kalau tamatan MTs melanjutkan pendidikan ke Aliyah, lanjut kuliah, MTs, maaf ya lebih bagus daripada yang lain karena adanya dasar agama. Intinya sekolah Pendidikan Agama ini luar biasa untuk mendidik kita, membentuk karakter kita. Kalau kita punya dasar ilmu agama kuat di manapun kita berada pasti berguna.

Makanya himbauan saya kepada anak muda, dekatkan diri kepada agama untuk membentengi diri daripada kenakalan-kenakalan remaja yang hari ini luar biasa, narkoba sudah diperjualbelikan dengan bebas dikonsumsi oleh kalangan anak-anak muda (dan segala usia). Ini sangat berbahaya bagi generasi muda kita ke depan, cara (membentengi)nya adalah harus banyak tokoh-tokoh masyarakat yang mau membuka diri untuk mendidik anak-anak kita dari segi agama,” pungkasnya.

Husaimi menjawab pertanyaan jurnalis media ini, “Ada kala masyarakat, kedatangan anggota dewan agak takut jika diajak ketemu karena mereka menduga anggota dewan ini ada kepentingan tertentu. Pesan saya kepada masyarakat, kalau ada anggota dewan yang datang membuat acara maupun lainnya, maka lakukan komunikasi karena dengan melakukan komunikasi akan bisa membuka jalan.

“Seperti hari ini saya datang (melakukan sosialisasi Ranperda,red), saya kasih beberapa Perda (Peraturan Daerah), sehingga yang sebelum ini masyarakat tidak tahu menjadi tahu. Coba masyarakat tak mau datang, tak mungkin jadi tahu. Pesan saya, membangun suatu daerah itu tidak cukup hanya dilakukan oleh satu orang saja, bupatikah, wakil bupatikah, tapi kita butuh orang-orang lain untuk membangun.

Kita bergotong-royong membangun kampung ini karena Bengkalis ini juga kampung saya, dahulunya Pujud itu masuk ke dalam wilayah Kabupaten Bengkalis kemudian baru dimekarkan menjadi Kabupaten Rokan hilir. Bengkalis ini orang tua kita, tidak salah saya datang ke sini ketemu dengan masyarakat kita, karena kita adalah bagian dari Bengkalis dan kita bangga hari ini orang tua kita Kabupaten Bengkalis sudah megah. Saya lihat saat keliling dibawa adinda Chairul Afrizal, ternyata Kabupaten Bengkalis luasnya luar biasa,” tutur Husaimi dengan wajah ceria lagi semangat.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *