Pekanbaru, Taktiknews.com – Kinerja PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Pekanbaru menuai sorotan tajam dari masyarakat Kelurahan Muara Fajar Timur, Kecamatan Rumbai Barat. Pasalnya, kabel listrik bertegangan tinggi milik perusahaan negara tersebut dibiarkan melintang di tengah jalan dan menggantung di pohon-pohon sepanjang Jalan Sekolah MIN 2 Al-Fajar Pekanbaru, tanpa adanya penanganan hingga saat ini.
Menurut keterangan Tehe Z Laia, pengurus Dewan Pimpinan Pusat LSM-KPK, kondisi kabel listrik tersebut sangat membahayakan keselamatan warga, khususnya anak-anak dan orang tua yang setiap hari keluar masuk ke sekolah.
“Kami sangat menyayangkan sikap PLN UP3 Pekanbaru yang terkesan mengabaikan keselamatan warga. Kabel listrik induk yang dipasang di rumah-rumah warga sudah lama tidak dipelihara, bahkan banyak yang melintang di tengah jalan dan tergantung di batang pohon sawit,” ujar Tehe, Minggu (29/06/2025).
Permohonan resmi dari masyarakat, tokoh masyarakat, pihak sekolah, Ketua RT 04/RW 01, hingga Lurah Muara Fajar Timur telah diajukan kepada PLN UP3 Pekanbaru sejak 5 Agustus 2024. Surat tersebut berisi permintaan perbaikan kabel serta penambahan tiang listrik di sepanjang jalan sekolah. Namun hingga kini, tidak ada tanggapan berarti dari pihak PLN.
Pihak pengurus LSM-KPK mengaku sudah beberapa kali menanyakan perkembangan permohonan tersebut kepada petugas keamanan bernama Feby Enjelia, namun jawaban yang diterima selalu sama: “Surat Bapak sudah di bidang perencanaan, nanti saya tanyakan kembali.”
Situasi serupa juga ditemukan di Jalan Lapangan Bola RT 01/RW 01, masih di wilayah Muara Fajar Timur. Kabel PLN terlihat melintang rendah di tengah jalan. Ketika dilaporkan kembali melalui pesan WhatsApp kepada PLN UP3 Pekanbaru pada Minggu (29/6/2025), jawaban yang diterima masyarakat hanyalah, “Masukkan saja surat permohonan ke PLN.”
“Permohonan sudah kami ajukan jauh-jauh hari. Apalagi yang mereka tunggu? Apakah harus ada korban dulu baru diperbaiki?” tegas Tehe, geram.
Ia juga menuding bahwa PLN hanya aktif ketika menagih pembayaran dari pelanggan, namun lalai dalam pelayanan dan pemeliharaan infrastruktur kelistrikan.
“Kalau warga telat bayar sehari saja, langsung ada surat peringatan. Tapi kalau kabel semrawut dan memadamkan listrik berhari-hari, mereka diam saja,” tambahnya.
Masyarakat pun mendesak agar pimpinan PLN Pusat turun tangan mengevaluasi kinerja jajaran UP3 Pekanbaru, serta mengaudit penggunaan anggaran pemeliharaan kabel dan tiang listrik di wilayah tersebut.
Sementara itu, beberapa warga Muara Fajar Timur yang ditemui media ini juga mengeluhkan hal yang sama.
“Sudah dua hari mobil tidak berani lewat, takut kena setrum. Kabelnya sangat rendah dan membahayakan,” ujar seorang warga yang enggan disebut namanya.
Masyarakat berharap pemberitaan ini dapat membuka mata pihak terkait agar segera melakukan tindakan konkret demi keselamatan bersama.













