Banner Website
Daerah

Jalintim Pelalawan Rawan Banjir, BPJN Riau Kebut Peninggian Jalan hingga 2027

45
×

Jalintim Pelalawan Rawan Banjir, BPJN Riau Kebut Peninggian Jalan hingga 2027

Sebarkan artikel ini
Jalintim Pelalawan Rawan Banjir, BPJN Riau Kebut Peninggian Jalan hingga 2027
Perbaiki ruas Jalan Lintas Timur (Jalintim) Km 73–83, Kabupaten Pelalawan, menjadi perhatian serius, Sabtu (21/2/2026). Taktiknews/Mareti

TaktikNews.com, Pelalawan – Isu banjir yang berulang di ruas Jalan Lintas Timur (Jalintim) Km 73–83, Kabupaten Pelalawan, menjadi perhatian serius. Genangan air saat musim hujan kerap melumpuhkan arus kendaraan di jalur vital tersebut, sehingga mendorong percepatan perbaikan oleh pemerintah pusat melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Riau.

Balai Pelaksana Jalan Nasional Riau saat ini tengah menggesa pekerjaan peninggian badan jalan sekaligus pemasangan dan penambahan gorong-gorong di titik-titik rawan. Langkah ini difokuskan untuk mengatasi persoalan utama: banjir yang menyebabkan gangguan lalu lintas dan kerugian bagi pengguna jalan.

Kepala BPJN Riau, Yohanis Tulak Todingrara, menjelaskan bahwa proyek tersebut dirancang sebagai solusi jangka panjang. Menurutnya, elevasi jalan yang rendah menjadi salah satu penyebab air mudah meluap dan menggenangi badan jalan saat curah hujan tinggi.

“Perbaikan yang dilakukan meliputi peninggian badan jalan dan pemasangan gorong-gorong tambahan agar aliran air lebih lancar dan tidak lagi menggenangi ruas jalan,” ujarnya kepada Taktiknews.com, Sabtu (21/2/2026).

Ruas Jalintim di Km 73-83 merupakan jalur strategis penghubung antarwilayah di Riau. Ketika banjir terjadi, kendaraan berat hingga angkutan logistik terhambat, bahkan menimbulkan antrean panjang. Kondisi ini dinilai berdampak pada distribusi barang dan mobilitas masyarakat.

Proyek penanganan ini tidak bersifat sementara. BPJN memastikan pekerjaan dilakukan secara bertahap melalui skema multi years hingga tahun 2027. Artinya, perbaikan total baru akan rampung dalam beberapa tahun ke depan.

Dalam pelaksanaannya, BPJN juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat kepolisian untuk mengatur sistem buka-tutup jalan selama pengerjaan berlangsung. Pengaturan arus lalu lintas dilakukan guna meminimalkan kemacetan di lokasi proyek.

Menjelang arus mudik Lebaran, BPJN berencana menghentikan sementara sistem buka-tutup jalan. Langkah ini diambil agar kelancaran lalu lintas tetap terjaga pada periode puncak perjalanan masyarakat. Pekerjaan nantinya akan dialihkan ke titik lain yang tidak mengganggu arus kendaraan.

Taktiknews.com mencatat, penanganan Jalintim ini menjadi krusial karena menyangkut kelancaran jalur logistik dan keselamatan pengguna jalan. Publik berharap proyek peninggian jalan benar-benar menjadi solusi permanen, bukan sekadar penanganan sementara terhadap banjir musiman.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *