Banner Website
Peristiwa

HR Mambang Mit Terpilih Pimpin FKPMR, Musyawarah Adat Tentukan Arah Organisasi

40
×

HR Mambang Mit Terpilih Pimpin FKPMR, Musyawarah Adat Tentukan Arah Organisasi

Sebarkan artikel ini
HR Mambang Mit Terpilih Pimpin FKPMR, Musyawarah Adat Tentukan Arah Organisasi
HR Mambang Mit sebagai Ketua Umum FKPMR terpilih dan sekaligus penyerahan pendera estafet kepemimpinan, Senin (12/1/2026)./TN/Melison

Taktiknews.com, Pekanbaru – Musyawarah Khusus Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR) yang digelar di Gedung Dang Merdu, Pekanbaru, Senin (12/1/2026), menjadi momentum penting bagi para tokoh Melayu Riau dalam menentukan kepemimpinan dan arah organisasi ke depan.

Forum musyawarah yang berlangsung dalam nuansa adat itu awalnya menghadirkan lima nama calon Ketua Umum FKPMR, yakni HR Mambang Mit, Brigjen Purn. Edi Natar Nasution, Syamsurizal, Prof. Tengku Dahril, serta Hj. Azlaini Agus.

Kelima tokoh diberi ruang untuk menyampaikan pandangan, gagasan, dan visi terkait peran strategis FKPMR sebagai wadah pemersatu dan penjaga marwah adat Melayu di Riau.

Dalam proses musyawarah, Prof. Tengku Dahril menyatakan mengundurkan diri dari pencalonan. Keputusan tersebut diterima secara terbuka oleh peserta musyawarah, sehingga jumlah calon menyisakan empat orang.

Forum kemudian sepakat menyerahkan penentuan akhir kepada Majelis Kehormatan FKPMR, yang dipandang sebagai lembaga penimbang kebijaksanaan adat dan nilai-nilai organisasi.

Proses pemilihan dipimpin Brigjen Purn. Saleh Djasit, didampingi Wan Thamrin Hasyim dan Hj. Azlaini Agus, dengan mekanisme pemungutan suara yang berlangsung tertib dan menjunjung etika musyawarah.

Hasil pemilihan menetapkan HR Mambang Mit sebagai Ketua Umum FKPMR terpilih dengan perolehan suara terbanyak, yakni 27 suara. Sementara Hj. Azlaini Agus memperoleh 15 suara, Brigjen Purn. Edi Natar Nasution meraih 14 suara, dan Syamsurizal mendapatkan 4 suara.

Terpilihnya HR Mambang Mit dinilai mencerminkan kepercayaan para pemuka masyarakat terhadap figur yang dianggap mampu merangkul perbedaan dan menjaga keseimbangan kepentingan di tubuh organisasi.

Dalam perspektif adat Melayu, amanah kepemimpinan bukan sekadar kemenangan suara, tetapi tanggung jawab moral untuk menjaga persatuan dan kehormatan bersama.

Musyawarah khusus ini sekaligus menegaskan FKPMR tetap menjunjung tinggi nilai mufakat, kearifan lokal, dan tata krama adat dalam setiap pengambilan keputusan, meskipun dinamika dan perbedaan pandangan tidak dapat dihindari.

Ke depan, tantangan besar menanti Ketua Umum terpilih untuk memperkuat peran FKPMR sebagai payung pemersatu pemuka masyarakat Melayu Riau, menjaga marwah adat, serta memastikan nilai-nilai budaya tetap hidup dan relevan dalam kehidupan sosial dan kebijakan organisasi.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *