Banner Website
Peristiwa

Harimau Sumatera Masuk Permukiman Warga di Siak, BBKSDA Tingkatkan Mitigasi

42
×

Harimau Sumatera Masuk Permukiman Warga di Siak, BBKSDA Tingkatkan Mitigasi

Sebarkan artikel ini
Harimau Sumatera Masuk Permukiman Warga di Siak, BBKSDA Tingkatkan Mitigasi
Ilustrasi Kemunculan Harimau Sumatera di kawasan permukiman warga Desa Benteng Hulu, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak. /TaktikNews/Free

TaktikNews.com, Siak – Kemunculan Harimau Sumatera di kawasan permukiman warga Desa Benteng Hulu, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, memicu kekhawatiran masyarakat. Satwa dilindungi tersebut terekam kamera pengawas (CCTV) milik warga saat melintas di sekitar kandang ternak.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Supartono, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebutkan, kemunculan harimau terjadi pada Jumat malam (6/2/2026) dan dilaporkan warga ke pihak berwenang.

“Begitu menerima laporan, tim Resort Siak langsung diterjunkan untuk melakukan penanganan awal dan mitigasi konflik satwa liar,” kata Supartono kepada TaktikNews.com, Senin (9/2/2026).

Dari hasil penelusuran di lapangan, tim mitigasi yang didampingi Babinsa dan masyarakat setempat menemukan sejumlah jejak kaki harimau di sekitar kandang kambing milik warga. Orang pertama yang mencurigai keberadaan satwa buas itu diketahui bernama Nurisam.

Sekitar pukul 20.00 WIB, Nurisam sempat melihat bayangan mencurigakan saat menyalakan lampu kandang ternaknya. Merasa tidak aman, ia segera memanggil anaknya dan mengamati bayangan tersebut bergerak menjauh ke arah semak-semak.

Temuan jejak tersebut semakin diperkuat dengan rekaman CCTV milik warga bernama Dewi, yang berada tidak jauh dari lokasi kandang. Dalam rekaman, terlihat seekor harimau melintas sekitar pukul 21.30 WIB menuju kawasan perkebunan di arah barat laut.

“Berdasarkan analisis visual, harimau yang terekam diperkirakan masih berusia remaja menuju dewasa,” jelas Supartono.

Selain terekam kamera, keberadaan harimau juga dilaporkan oleh pengendara yang melintas di sekitar SPBU dari arah Buton menuju Pekanbaru. Pengendara tersebut mengaku melihat seekor harimau menyeberang jalan sekitar pukul 22.00 WIB.

Tak hanya itu, warga lain bernama Nanang mengungkapkan adanya gangguan terhadap hewan ternaknya. Pada malam yang sama, ia mendengar suara gaduh dari arah hutan. Keesokan harinya, dua ekor ayam dan seekor anak kucing dilaporkan hilang.

“Hasil identifikasi tim menemukan bulu ayam dan jejak kaki harimau berukuran sekitar 12 sentimeter di sekitar rumah warga,” ungkap Supartono.

Untuk mengantisipasi potensi konflik lanjutan, BBKSDA Riau memperkuat pengawasan dengan penambahan kamera jebak (camera trap) serta pemantauan udara menggunakan drone. Upaya ini dilakukan guna memantau pergerakan satwa dan memastikan keselamatan warga.

Sebagai langkah pencegahan, warga diimbau tidak beraktivitas sendirian pada malam hari, mengandangkan ternak dengan aman, serta menutup kandang menggunakan seng atau terpal agar tidak menarik perhatian satwa liar.

“Kami minta masyarakat tetap tenang namun waspada. Jika melihat atau mengetahui keberadaan harimau, segera laporkan ke BBKSDA Riau di nomor 0813-7474-2981,” tegas Supartono.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *