Taktiknews.com, Pelalawan – Munculnya laporan kawanan harimau liar di sekitar SDN 016 Teluk Naga, Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, memicu kekhawatiran serius terkait keselamatan siswa sekolah dasar.
Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Kabupaten Pelalawan menilai situasi tersebut sebagai ancaman nyata yang tidak boleh dianggap sepele.
Komnas PA Pelalawan menegaskan bahwa aktivitas belajar mengajar di lingkungan yang berdekatan dengan habitat satwa liar berisiko tinggi, terutama bagi anak-anak yang secara fisik dan psikologis masih rentan. Kondisi ini dikhawatirkan tidak hanya membahayakan keselamatan, tetapi juga mengganggu rasa aman siswa, guru, serta orang tua.
Pengurus Komnas PA Pelalawan, Syamsul Harifin, S.H., menyatakan bahwa kemunculan harimau di sekitar sekolah harus segera direspons dengan langkah konkret. Menurutnya, pendekatan pencegahan jauh lebih penting dibandingkan menunggu terjadinya insiden yang bisa berakibat fatal.
“Keselamatan anak adalah prioritas utama. Jangan sampai kita lengah dan baru bergerak setelah terjadi korban. Lingkungan sekolah harus menjadi zona aman bagi anak-anak,” ujarnya kepada Taktiknews.com, Rabu (21/1/2026).
Ia menekankan perlunya intervensi cepat dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Riau untuk melakukan pemantauan, pengamanan, serta mitigasi konflik satwa liar di sekitar kawasan sekolah dan permukiman warga. Langkah tersebut dinilai penting agar proses pendidikan tidak terganggu dan kekhawatiran masyarakat dapat ditekan.
Selain itu, Komnas PA juga mengingatkan bahwa kejadian ini merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah, tetapi juga seluruh pemangku kepentingan. Koordinasi lintas sektor dinilai mutlak agar ancaman serupa tidak terus berulang.
Sebagai langkah awal, Komnas PA Pelalawan mengimbau pihak sekolah dan warga sekitar untuk meningkatkan kewaspadaan, membatasi aktivitas anak di luar ruang, serta segera melapor kepada aparat atau pihak terkait jika kembali melihat keberadaan harimau di sekitar lingkungan sekolah.
“Anak-anak berhak mendapatkan rasa aman saat belajar. Ini bukan hanya soal satwa liar, tapi soal keberpihakan kita terhadap masa depan mereka,” tegas Syamsul.***















