TaktikNews.com, Pekanbaru – Kabar positif datang dari Pasar Pagi Arengka, Kota Pekanbaru. Harga sejumlah kebutuhan pokok strategis, khususnya telur ayam ras dan minyak goreng merek Minyak Kita, terpantau stabil bahkan menunjukkan tren penurunan dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini dinilai mampu menjaga daya beli masyarakat di tengah meningkatnya kebutuhan rumah tangga.
Hasil pantauan Taktiknews.com di Pasar Pagi Arengka, Jalan soekarno Hatta, Senin (9/2/2026), menunjukkan pasokan bahan pangan masih mencukupi dan distribusi berjalan normal. Tidak terlihat adanya kelangkaan barang yang berpotensi memicu lonjakan harga di tingkat pedagang.
Salah seorang pedagang telur, Gina, mengungkapkan harga telur ayam ras hingga saat ini masih berada pada batas wajar. Ia menyebut, stabilnya harga tidak lepas dari stok yang tersedia dan permintaan pasar yang masih terkendali.
“Untuk telur belum ada kenaikan. Satu papan masih di harga Rp56.000, kalau eceran Rp2.000 per butir. Pasokan juga aman,” jelasnya.
Tak hanya telur, harga minyak goreng Minyak Kita juga mengalami penyesuaian ke arah yang lebih rendah. Saat ini, Minyak Kita dijual dengan harga Rp16.000 per liter, turun dari sebelumnya Rp17.000 per liter.
Menurut Gina, penurunan harga minyak goreng cukup membantu konsumen, terlebih menjelang bulan suci Ramadan yang biasanya diiringi peningkatan kebutuhan bahan pokok.
“Kami berharap kondisi seperti ini bisa terus bertahan, apalagi sebentar lagi masuk Ramadan. Kalau harga stabil, pembeli juga lebih tenang,” tambahnya.
Di sisi lain, konsumen turut merasakan dampak positif dari stabilnya harga pangan. Hartati (33), salah seorang warga yang berbelanja di Pasar Pagi Arengka, mengaku harga telur dan minyak goreng saat ini masih terjangkau bagi kebutuhan rumah tangga.
“Sejauh ini masih normal. Ini sangat membantu, apalagi untuk belanja harian. Harapan ke depan tetap stabil,” ujarnya.
Stabilnya harga kebutuhan pokok ini menjadi sinyal positif bagi masyarakat dan pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan serta mengendalikan inflasi daerah, khususnya menjelang momentum hari besar keagamaan.***













