Taktiknews.com, Pekanbaru – Kabar baik kembali datang bagi petani sawit plasma di Provinsi Riau. Pada periode 14–20 Januari 2026, harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit kembali mengalami kenaikan, melanjutkan tren positif sejak awal tahun.
Berdasarkan hasil rapat Tim Penetapan Harga TBS Plasma Provinsi Riau, harga sawit untuk tanaman usia 9 tahun disepakati naik sebesar Rp4,90 per kilogram, sehingga berada di angka Rp3.521,22/kg.
Penetapan ini tertuang dalam Surat Penetapan Harga TBS Kelapa Sawit Nomor 01 Periode 14–20 Januari 2026, sebagaimana data yang dihimpun Taktiknews.com dari Dinas Perkebunan Provinsi Riau.
Kenaikan harga ini dinilai memberikan angin segar bagi petani plasma, terutama di tengah fluktuasi biaya produksi dan kebutuhan perawatan kebun yang terus meningkat.
Selain usia 9 tahun, harga TBS plasma Riau juga ditetapkan berdasarkan kelompok umur tanaman lainnya, dengan rincian sebagai berikut:
Umur 3 tahun: Rp2.710,82/kg
Umur 4 tahun: Rp3.076,11/kg
Umur 5 tahun: Rp3.261,09/kg
Umur 6 tahun: Rp3.403,58/kg
Umur 7 tahun: Rp3.476,46/kg
Umur 8 tahun: Rp3.517,57/kg
Umur 9 tahun: Rp3.521,22/kg
Umur 10–20 tahun: Rp3.502,04/kg
Umur 21 tahun: Rp3.446,57/kg
Umur 22 tahun: Rp3.393,28/kg
Umur 23 tahun: Rp3.336,49/kg
Umur 24 tahun: Rp3.274,18/kg
Umur 25 tahun: Rp3.204,19/kg
Dalam formula penetapan harga kali ini, harga minyak sawit mentah (CPO) ditetapkan sebesar Rp14.145,20/kg, sementara harga inti sawit (kernel) berada di angka Rp11.658,00/kg. Adapun nilai cangkang tercatat Rp20,29/kg, dengan indeks K sebesar 93,37 persen.
Meski demikian, petani diingatkan bahwa harga TBS di lapangan dapat berbeda-beda, tergantung pada kebijakan perusahaan, jarak angkut, serta kualitas buah.***














