Banner Website
Ekonomi & Bisnis

Harga Sawit Hari Ini: TBS Riau Nyaris Sentuh Rp4.000, CPO Rotterdam Tembus Rp29.367 per Kg Judul SEO:

7
×

Harga Sawit Hari Ini: TBS Riau Nyaris Sentuh Rp4.000, CPO Rotterdam Tembus Rp29.367 per Kg Judul SEO:

Sebarkan artikel ini
Harga TBS Sawit Riau Tembus Rp3.930 per Kg
Tandan Sawit. (Ilustrasi/tn)

Taktiknews.com, Pekanbaru – Harga sawit hari ini menunjukkan tren positif di pasar domestik maupun internasional. Harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) di sejumlah bursa acuan kompak menguat, sementara harga tandan buah segar (TBS) petani di sejumlah provinsi tetap bertahan di level tinggi.

Dilanisr dari Berita Sawit, Kamis (30/7/2026), harga CPO di KPB Nusantara tercatat sebesar Rp15.788 per kilogram, naik 1,37 persen dibanding perdagangan sebelumnya.

Sementara itu, harga CPO di Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) mencapai Rp16.300 per kilogram, atau meningkat 3 persen.

Di pasar internasional, Bursa Derivatif Malaysia (BMD) mencatat harga CPO sebesar 4.540 ringgit Malaysia per ton atau setara Rp20.063 per kilogram, naik 0,80 persen. Sedangkan harga CPO di Bursa Rotterdam, Belanda, mencapai 1.625 dolar AS per ton atau sekitar Rp29.367 per kilogram, menguat 4,17 persen.

Konversi nilai tersebut menggunakan kurs referensi Frankfurter (ECB) per 29 Juli 2026, yakni 1 dolar AS setara Rp18.072 dan 1 ringgit Malaysia sebesar Rp4.419. Nilai tersebut bersifat indikatif karena masing-masing bursa memiliki basis transaksi yang berbeda, mulai dari pasar domestik, perdagangan berjangka (futures), hingga harga ekspor CIF.

Pada sisi harga TBS, Provinsi Sumatera Utara masih menjadi daerah dengan harga tertinggi untuk tanaman berumur 10–20 tahun, yakni Rp3.967 per kilogram.

Posisi kedua ditempati Provinsi Riau dengan harga Rp3.965 per kilogram, hanya terpaut Rp2 dari Sumatera Utara. Selanjutnya disusul Jambi sebesar Rp3.864 per kilogram, Sumatera Selatan Rp3.770 per kilogram, Kalimantan Tengah Rp3.609 per kilogram, Kalimantan Barat Rp3.599 per kilogram, serta Kalimantan Timur Rp3.478 per kilogram.

Harga TBS tersebut menggunakan acuan tanaman sawit berumur 10 hingga 20 tahun, yang dinilai paling mewakili produktivitas kebun rakyat.

Perbedaan harga CPO domestik dan pasar ekspor dipengaruhi sejumlah faktor, seperti pungutan ekspor, bea keluar, biaya logistik, hingga ongkos pengiriman dan asuransi ke negara tujuan ekspor. Karena itu, selisih harga bukan semata-mata dipengaruhi mekanisme pasar.

Kondisi ini menjadi indikator penting bagi pelaku industri maupun petani sawit dalam memantau arah pergerakan harga komoditas perkebunan yang menjadi salah satu penopang utama perekonomian Indonesia.***

Banner Website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *