Banner Website
BisnisEkonomi & Bisnis

Harga CPO Masih Tertekan, Pelemahan Minyak Dunia dan Stok Melimpah Jadi Beban

5
×

Harga CPO Masih Tertekan, Pelemahan Minyak Dunia dan Stok Melimpah Jadi Beban

Sebarkan artikel ini
Harga TBS Sawit Riau Naik
Seorang Pekerja sedang membawa buah kelapa sawit di atas sampan/perahu. (Jirolupat Malioboro)

Taktiknews.com, Pekanbaru – Harga CPO atau minyak sawit mentah diperkirakan masih bergerak dalam tren melemah sepanjang pekan ini. Pelemahan harga minyak mentah dunia serta tingginya stok sawit di Malaysia menjadi faktor utama yang menekan pergerakan kontrak berjangka komoditas tersebut.

Berdasarkan pantauan Taktiknews.com, Senin (29/6/2026), kontrak berjangka CPO di Bursa Malaysia Derivatives kembali ditutup melemah pada perdagangan Jumat (26/6/2026). Tekanan berasal dari turunnya harga energi global yang berdampak langsung terhadap pasar minyak sawit.

Pedagang senior minyak sawit Interband Group of Companies, Jim Teh, mengatakan harga minyak mentah yang berada di kisaran US$73 hingga US$74 per barel menjadi salah satu penyebab utama koreksi harga CPO.

“Harga minyak mentah tercatat turun sekitar US$73 hingga US$74 per barel, sehingga otomatis menekan pasar komoditas sawit,” jelasnya, dikutip dari Bernama.

Selain itu, ia menyebut persediaan minyak sawit di Malaysia diperkirakan mencapai 2,43 juta ton. Tingginya stok tersebut membuat ruang kenaikan harga dalam jangka pendek masih cukup terbatas.

Meski demikian, Jim Teh optimistis permintaan fisik dari sejumlah negara importir utama mulai meningkat. India, Pakistan, China, kawasan Asia Barat, dan Eropa diperkirakan tetap menjadi pasar utama yang menopang konsumsi minyak sawit global.

Pandangan serupa disampaikan pedagang saham independen Iceberg X Sdn Bhd, David Ng. Menurutnya, harga CPO masih dibayangi tekanan dari pelemahan harga minyak mentah, kondisi ekonomi global, serta pasokan sawit yang melimpah.

“Harga tetap tertahan oleh harga minyak mentah dan tren ekonomi global, selain faktor stok yang melimpah,” katanya.

Ia memperkirakan harga CPO dalam jangka pendek akan bergerak di kisaran RM4.450 hingga RM4.650 per ton, seiring meredanya ketegangan geopolitik di kawasan Asia Barat yang turut memengaruhi sentimen pasar.

“Oleh karena itu, prediksi harga CPO kami perkirakan akan bergerak di kisaran RM4.450 hingga RM4.650 per ton untuk jangka pendek,” jelas David Ng.

Data perdagangan menunjukkan kontrak spot Juli 2026 turun RM90 menjadi RM4.504 per ton. Kontrak Agustus 2026 juga melemah RM83 ke level RM4.539 per ton, sedangkan kontrak September 2026 turun RM78 menjadi RM4.568 per ton.

Sementara itu, harga fisik CPO wilayah Selatan Malaysia terkoreksi RM30 ke posisi RM4.530 per ton.

Di sisi lain, aktivitas perdagangan tetap tinggi. Volume transaksi tercatat mencapai 424.149 lot, meski jumlah kontrak terbuka (open interest) turun menjadi 284.997 kontrak, menandakan pelaku pasar masih aktif melakukan transaksi di tengah tren pelemahan harga.***

Banner Website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *