Taktiknews.com, Mengkapan – Karya kreatif anak-anak Kampung Mengkapan kembali mencuri perhatian publik. Pada malam pembukaan Menual Art Festival (MAF) ke-4, Sabtu (13/12/2025), Sanggar Seni Tapak Melayu Mengkapan secara resmi meluncurkan film bertajuk โDari Halaman Terakhirโ, sebuah film sarat pesan kemanusiaan yang langsung mendapat sambutan hangat dari masyarakat.
Peluncuran film ini dipimpin langsung oleh Ketua Sanggar Seni Tapak Melayu Mengkapan, MD. Navry Zulirfan, S.Pd, bersama para pegiat seni dan kru produksi. Meski acara pembukaan sempat diguyur hujan sejak awal hingga akhir, antusiasme penonton tak surut. Warga tetap memadati area panggung demi menyaksikan karya yang disebut-sebut sebagai salah satu penampilan paling dinanti dalam festival tersebut.
โWalaupun hujan turun sepanjang acara, semangat masyarakat luar biasa. Banyak yang memang menunggu momen launching film ini. Alhamdulillah, respons yang kami terima sangat positif,โ ujar MD. Navry Zulirfan kepada Rakyat45.com.
Film โDari Halaman Terakhirโ menyuguhkan kisah emosional tentang relasi anak dan keluarga, khususnya sosok ibu. Pesan utama film ini mengajak penonton untuk lebih menghargai, menghormati, dan berbakti kepada orang tua selagi masih ada, sebelum penyesalan datang terlambat.
Menariknya, film ini menggunakan alur cerita maju mundur yang sengaja dirancang untuk membangun suasana batin tokoh utama. Alur tersebut merepresentasikan perasaan sesal, kehilangan, dan kenangan yang berkelindan dalam pikiran seseorang ketika kesempatan sudah tak lagi ada. Penonton diajak masuk ke dalam ruang emosi yang dalam, menyelami kegelisahan sekaligus kerinduan yang dirasakan tokoh.
Tak sekadar fiksi, film ini terinspirasi dari kisah nyata yang dikemas melalui pendekatan catatan harian. Sanggar Seni Tapak Melayu Mengkapan ingin menegaskan bahwa cerita yang diangkat sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari tentang hal-hal sederhana seperti nasihat ibu, perhatian keluarga, dan kebersamaan yang kerap dianggap sepele, namun ternyata paling berharga.
Judul โDari Halaman Terakhirโ sendiri mengandung makna simbolik yang kuat. Film ini menyampaikan pesan bahwa sering kali manusia baru memahami arti cinta dan pengorbanan ketika sudah berada di โhalaman terakhirโ kehidupannya, saat tak ada lagi kesempatan untuk mengulang waktu.
Secara keseluruhan, film ini hadir sebagai pengingat emosional bagi siapa pun agar tidak menunda kasih sayang dan bakti kepada keluarga. Sebuah cermin penyesalan, sekaligus seruan agar lebih peduli dan hadir untuk orang-orang tercinta hari ini bukan esok.
Karena cinta ibu dan keluarga tak pernah menuntut balasan, namun penyesalan selalu datang ketika semuanya telah terlambat.***














