Banner Website
Daerah

Festival Sampan Layar Ketam Putih, Harmoni Budaya Maritim dan Komitmen Pelestarian Alam

223
×

Festival Sampan Layar Ketam Putih, Harmoni Budaya Maritim dan Komitmen Pelestarian Alam

Sebarkan artikel ini
Festival Sampan Layar Ketam Putih, Harmoni Budaya Maritim dan Komitmen Pelestarian Alam
Peserta menyiapkan sampan layar sebelum berlomba pada Festival Sampan Layar Ke-79 di Desa Ketam Putih, Kecamatan Bengkalis. Tradisi masyarakat pesisir ini tak hanya merayakan warisan budaya maritim, tetapi juga mengusung semangat Green Policing dalam menjaga laut dan kelestarian ekosistem pesisir, Minggu (28/12/2025). /Taktiknews/Alfin

Ketam Putih, Taktiknews.com – Di hamparan laut Ketam Putih, layar sampan kembali mengembang, menyapa angin, dan ombak seperti kisah lama yang tak pernah usang. Bukan semata-mata perlombaan yang dimulai, melainkan perayaan identitas maritim yang telah diwariskan lintas generasi, tentang laut sebagai ruang hidup, sampan sebagai simbol peradaban, dan gotong royong sebagai denyut kebudayaan masyarakat pesisir.

Sejalan dengan denyut tradisi tersebut, Festival Sampan Layar tahun ini menghadirkan makna yang lebih luas melalui semangat Green Policing. Kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat ini menegaskan bahwa menjaga keamanan, merawat laut, dan melestarikan budaya adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan dalam merawat masa depan pesisir Bengkalis.

Mewakili Bupati Bengkalis, Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Syahruddin secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Festival Sampan Layar merupakan warisan budaya yang membentuk jati diri daerah. Di dalamnya terpatri nilai kearifan lokal, sportivitas, serta kecintaan mendalam terhadap laut sebagai sumber kehidupan masyarakat pesisir.

โ€œFestival ini bukan sekadar perlombaan tradisional. Ia adalah simbol kebanggaan, identitas, dan kesinambungan budaya maritim Bengkalis,โ€ ujar Syahruddin.

Ia menambahkan, pelaksanaan festival tahun ini terasa semakin bermakna dengan hadirnya Green Policing sebagai pendekatan kolaboratif antara kepolisian, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga keamanan sekaligus kelestarian lingkungan. Menurutnya, menjaga laut berarti menjaga masa depan.

Momentum festival ini, lanjut Syahruddin, diharapkan mampu mempererat persatuan masyarakat, mendorong pengembangan wisata bahari, serta membuka ruang pertumbuhan ekonomi bagi warga pesisir.

“Ia juga meminta Dinas Pariwisata, Budaya, Pemuda dan Olahraga, KONI, serta cabang olahraga sampan layar untuk memanfaatkan ajang ini sebagai sarana penjaringan bibit atlet dan penyusunan program pembinaan berkelanjutan.” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Bengkalis AKBP Budi Setiawan menegaskan bahwa Green Policing merupakan wujud nyata komitmen Polri dalam menjaga keamanan yang beriringan dengan pelestarian alam.

โ€œFestival Sampan Layar bukan hanya ajang budaya, tetapi simbol kejayaan maritim dan kuatnya semangat gotong royong masyarakat pesisir,โ€ tuturnya.

Ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada panitia serta seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, pelestarian tradisi seperti sampan layar di Desa Ketam Putih merupakan bagian penting dari upaya menjaga harmoni antara manusia dan lingkungan.

โ€œKami dari Polres Bengkalis akan terus berkomitmen menjaga alam sembari merawat tradisi yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat,โ€ tegas Kapolres Budi Setiawan.

Ucapan selamat berlomba pun disampaikan kepada seluruh peserta, dengan harapan Festival Sampan Layar Ke-79 yang dirangkaikan dengan Green Policing dapat berjalan lancar, sukses, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat Kabupaten Bengkalis.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Desa Ketam Putih Suhaimi mengungkapkan rasa bangga dan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis terhadap pelestarian tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.

โ€œFestival ini bukan sekadar hiburan. Ia adalah identitas kami, pemersatu masyarakat, sekaligus potensi besar bagi pengembangan wisata bahari desa,โ€ ungkapnya.

Ia juga menyambut baik integrasi Green Policing dalam festival tersebut, yang dinilai sejalan dengan komitmen desa dalam menjaga kebersihan laut dan ekosistem pesisir.

“Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak menumbuhkan kesadaran untuk mengurangi pencemaran, merawat laut, serta menanamkan nilai cinta lingkungan sejak dini.

Festival Sampan Layar Ke-79 pun menjadi penanda bahwa pembangunan berkelanjutan dapat tumbuh dari akar budaya lokal ketika tradisi dirawat, laut dijaga, dan masa depan dibangun bersama.” pungkas Suhaimi.

Berdasarkan pantauan Taktiknews.com, kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua II DPRD Bengkalis Hendri Firnanda Pangaribuan, Kepala Bappeda Rinto, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Paulina, Kabag Keuangan Setda Insan Sriwati, Kabid Kebudayaan Disparbudpora Khairani, Ketua MUI Bengkalis Amrizal, Camat Bengkalis Taufik Hidayat, PJ Sungai Batang Budiman, serta seluruh peserta dan masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *