Banner Website
Peristiwa

Diterkam Harimau di Dermaga Kuala Kampar, Pencari Kayu Luka di Kepala

71
×

Diterkam Harimau di Dermaga Kuala Kampar, Pencari Kayu Luka di Kepala

Sebarkan artikel ini
Anak Harimau Sumatera Muncul Dekat Permukiman Pelalawan, Tim Gabungan Turun Lakukan Mitigasi
Ilustrasi harimau sumatera. (TN/BBKSDA Riau)

Taktiknews.com, Kampar – Ancaman konflik satwa liar kembali menghantui warga pesisir Riau. Seorang pencari kayu, Kohai (32), warga Desa Teluk, Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan, nyaris meregang nyawa setelah diserang harimau Sumatera di area dermaga perusahaan, Rabu (25/2/2026) malam.

Korban selamat dari maut, namun mengalami luka robek di bagian belakang kepala akibat gigitan satwa dilindungi tersebut.

Kapolsek Kuala Kampar, AKP Rian Onel, SH MH, membenarkan peristiwa itu. Ia menyebut serangan terjadi sekitar pukul 23.30 WIB di Dermaga PT SPA Distrik Serapung, Kecamatan Kuala Kampar.

“Begitu menerima laporan, kami langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan pendataan saksi. Korban sudah mendapatkan penanganan medis,” ujar Rian, Jumat (27/2).

Insiden bermula ketika Kohai bersama lima rekannya—Wiwik, Rudi, Sugianto, Nazar, dan Tirta—berangkat menuju kawasan hutan Desa Serapung untuk mencari kayu crocok. Mereka menggunakan tabut atau perahu pompong sebagai alat transportasi.

Namun, karena kondisi air sungai surut, rombongan terpaksa menunda perjalanan dan bersandar di dermaga perusahaan untuk menunggu pasang.

Saat korban tengah beristirahat di atas pompong yang tertambat, seekor harimau Sumatera tiba-tiba muncul dari arah semak-semak dan daratan sekitar dermaga. Tanpa peringatan, satwa buas itu langsung menerkam bagian belakang kepala korban.

Serangan mendadak tersebut sempat membuat korban tak berdaya. Beruntung, Wiwik (41), rekan korban yang berada di pompong lain tak jauh dari lokasi, spontan berteriak keras meminta pertolongan. Teriakan itu diduga membuat harimau menghentikan serangan dan menjauh dari lokasi.

Petugas keamanan Pos Dermaga PT SPA Serapung yang mendengar teriakan segera menuju lokasi dan membantu mengevakuasi korban dari atas perahu.

Korban terlebih dahulu dilarikan ke Pos P3K perusahaan untuk mendapatkan pertolongan awal. Setelah itu, ia dirujuk ke Puskesmas Kecamatan Kuala Kampar guna perawatan lebih lanjut akibat luka robek yang cukup serius di bagian kepala.

Pihak kepolisian menyatakan telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mencatat keterangan saksi-saksi, serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk langkah penanganan lanjutan.

Peristiwa ini kembali menegaskan tingginya potensi konflik antara manusia dan harimau Sumatera di wilayah pesisir dan hutan Kabupaten Pelalawan. Aktivitas warga yang mencari nafkah di kawasan hutan, terutama pada malam hari, dinilai memiliki risiko tinggi terhadap pertemuan dengan satwa liar.

Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di area yang berdekatan dengan habitat alami harimau.

Hingga berita ini diterbitkan, kondisi korban dilaporkan dalam penanganan medis dan berada dalam pengawasan tenaga kesehatan.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *