Banner Website
Daerah

Diskes Pastikan Hantavirus Belum Ditemukan di Riau

4
×

Diskes Pastikan Hantavirus Belum Ditemukan di Riau

Sebarkan artikel ini
Diskes Pastikan Hantavirus Belum Ditemukan di Riau
Ilustrasi: Karya Engin_Akyurt.

Taktiknews.com, Pekanbaru – Pemerintah Provinsi Riau memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus Hantavirus di seluruh wilayah Riau. Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat untuk mencegah penularan penyakit yang dibawa tikus tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zulkifli menegaskan, pihaknya belum menerima laporan adanya kasus Hantavirus di daerah itu.

“Hingga saat ini belum ada laporan terkait Hantavirus di Riau,” kata Zulkifli, Sabtu (23/5/2026).

Menurutnya, Dinas Kesehatan masih menunggu arahan resmi dari pemerintah pusat terkait langkah penanganan apabila ditemukan kasus suspek Hantavirus di daerah.

“Virus ini kan mengarah pada penyakit menular, jadi memang harus kita tunggu surat edarana dari Kemenkes. Untuk bagaimana tindakan preventif, kuratif dan rehabilitatifnya,” katanya.

Meski belum ditemukan kasus, masyarakat tetap diimbau meningkatkan kewaspadaan. Zulkifli meminta warga menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari kontak langsung dengan tikus maupun kotorannya.

“Penularannya memang dari tikus. Untuk itu, mengimbau masyarakat untuk menerapkan PHBS, sebagai langkah awal pencegahan. Menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta menghindari kontak langsung dengan tikus dan kotorannya,” kata Zulkifli.

Selain itu, masyarakat diminta menyimpan makanan di tempat tertutup serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala seperti demam, nyeri badan, batuk, hingga sesak napas.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memastikan belum ditemukan kasus hanta pulmonary syndrome (HPS) di Indonesia seperti yang dilaporkan terjadi di Kapal Pesiar MV Hondius.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni menyebut, kasus yang ditemukan di Indonesia merupakan tipe haemorrhagic fever with renal syndrome (HFRS) dengan strain Seoul Virus.

“Perlu kami sampaikan bahwa sampai saat ini belum ditemukan kasus HPS di Indonesia. Kasus yang terdeteksi merupakan tipe HFRS dan terus kami pantau melalui sistem surveilans nasional,” ujar dr Andi, Senin (11/5/2026), dikutip dari laman resmi Kemenkes.

Berdasarkan data Kemenkes, sepanjang 2024 hingga 2026 terdapat 256 kasus suspek dengan 23 kasus terkonfirmasi HFRS di sejumlah wilayah Indonesia, seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Sulawesi Utara, Sumatera Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Kasus terkonfirmasi paling banyak tercatat pada 2025 dengan 17 kasus. Sementara pada 2024 hanya ditemukan satu kasus dan hingga Mei 2026 tercatat lima kasus.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *