Banner Website
Peristiwa

Diserang Buaya di Sungai Rokan, Warga Ujung Tanjung Kehilangan Tangan

41
×

Diserang Buaya di Sungai Rokan, Warga Ujung Tanjung Kehilangan Tangan

Sebarkan artikel ini
Diserang Buaya di Sungai Rokan, Warga Ujung Tanjung Kehilangan Tangan
Korban diketahui bernama Sahri Ramadhon Pasaribu (37)./TN/Yw

Taktiknews.com, Rohil – Ancaman buaya liar di sepanjang Sungai Rokan kembali memakan korban. Seorang warga Kepenghuluan Ujung Tanjung, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir, mengalami luka berat setelah diserang buaya saat beraktivitas di tepi sungai, Jumat (2/1/2026) pagi.

Korban diketahui bernama Sahri Ramadhon Pasaribu (37), seorang wiraswasta setempat. Insiden mengerikan itu terjadi sekitar pukul 07.10 WIB, ketika korban membersihkan diri di pinggir Sungai Rokan usai bekerja memanen buah kelapa sawit.

Kapolsek Tanah Putih, Kompol Y. Yudi Indranaldi, menjelaskan peristiwa tersebut bermula sejak Kamis malam (1/1/2026). Saat itu korban bersama sejumlah rekannya selesai menimbang hasil panen sawit di lokasi yang tak jauh dari bibir sungai.

“Korban turun ke tepi sungai untuk mencuci tangan dan badan. Secara tiba-tiba, seekor buaya muncul dari dalam air dan langsung menerkam tangan korban,” ungkap Kompol Yudi kepada taktiknews.com.

Serangan mendadak itu membuat korban terjatuh ke sungai. Melihat kejadian tersebut, tiga rekan korban yang berada di lokasi langsung memberikan pertolongan dengan menarik tubuh Sahri ke daratan.

Akibat gigitan buaya tersebut, korban mengalami luka parah, terutama di bagian tangan kanan yang mengalami kerusakan serius, serta luka tambahan pada kaki. Korban sempat mendapatkan penanganan medis awal di RS Athaya Medika, sebelum akhirnya dirujuk ke RS Mutia Sari Duri karena kondisi lukanya yang kritis.

“Pada Jumat pagi, tim medis terpaksa melakukan amputasi pada tangan kanan korban demi menyelamatkan nyawanya,” kata Kapolsek.

Pasca kejadian, aparat Polsek Tanah Putih langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengamanan, mengumpulkan keterangan saksi, serta memasang papan peringatan bahaya buaya di sejumlah titik rawan di sepanjang Sungai Rokan.

Pihak kepolisian juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya bagi warga yang kerap mandi, mencuci, atau beraktivitas di tepi sungai.

“Kami mengimbau warga untuk menghindari aktivitas terlalu dekat dengan sungai. Ancaman buaya di wilayah ini nyata dan tidak boleh dianggap sepele,” tegas Kompol Yudi.

Peristiwa ini menambah daftar panjang kasus konflik manusia dan satwa liar di wilayah Sungai Rokan, sekaligus menjadi peringatan serius bagi masyarakat dan pemerintah daerah untuk memperkuat upaya pencegahan demi keselamatan warga.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *