Taktiknews.com, Natuna – Upaya pencegahan kebakaran terus diperkuat di Kabupaten Natuna. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Natuna memberikan pelatihan khusus penanggulangan kebakaran kepada relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Sabtu (17/1/2026), sebagai langkah meningkatkan kesiapsiagaan di area rawan seperti dapur.
Pelatihan tersebut digelar di SPPG Bunguran Timur Laut yang berada di bawah naungan Polres Natuna dan diikuti puluhan relawan yang sehari-hari bertugas menyiapkan kebutuhan gizi masyarakat.
Kepala Bidang Pencegahan Disdamkarmat Natuna, Beni Suparta, menjelaskan bahwa kegiatan ini difokuskan pada pembekalan pengetahuan dasar dan keterampilan praktis dalam menghadapi situasi darurat kebakaran.
โRelawan dibekali cara penanganan awal kebakaran menggunakan alat pemadam api sederhana dan APAR. Ini penting karena dapur memiliki potensi kebakaran yang cukup tinggi,โ ujar Beni, Minggu (18/1/2026).
Menurutnya, aktivitas memasak yang intens, penggunaan kompor gas, hingga potensi kebocoran menjadi faktor risiko yang harus diantisipasi sejak dini. Oleh karena itu, pelatihan ini menjadi bagian dari strategi mitigasi bencana sekaligus peningkatan keselamatan kerja di lingkungan SPPG.
Sebanyak sekitar 48 relawan mengikuti pelatihan yang berlangsung selama satu hari penuh tersebut. Disdamkarmat Natuna juga memastikan program serupa akan digelar secara bertahap di SPPG lain yang tersebar di wilayah Kabupaten Natuna.
Tak hanya menyasar relawan, pada hari yang sama Disdamkarmat Natuna juga menggelar pelatihan penanggulangan kebakaran bagi personel Polres Natuna. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kantor Disdamkarmat Natuna dengan memanfaatkan armada mobil pemadam kebakaran sebagai sarana praktik langsung.
โPelatihan ini diikuti sekitar 10 personel Polres Natuna sebagai bagian dari penguatan sinergi lintas instansi dalam penanganan kebakaran,โ jelas Beni.
Melalui rangkaian pelatihan ini, Disdamkarmat Natuna berharap kesadaran dan kemampuan masyarakat serta aparat dalam menghadapi potensi kebakaran semakin meningkat, sehingga risiko kerugian jiwa dan harta benda dapat ditekan semaksimal mungkin.***















