Bengkalis, Taktiknews.com – Atas meja kerja, kopi sering kali hanya dipandang sebagai penunda kantuk. Ia diminum cepat di sela rapat, tenggat waktu, dan rutinitas harian yang nyaris tak menyisakan waktu jeda. Namun bagi Defra Asriyanda, kopi memiliki makna yang lebih dari sekadar minuman.
Ia menjadi bagian dari perjalanan hidup hadir setia dalam sunyi proses kreatif, menemani saat merangkai berita, menyusun skrip liputan, hingga menuntaskan penyuntingan video di balik layar.
Kedekatan yang tumbuh perlahan itu pada akhirnya menjelma menjadi sebuah keputusan penting. Setelah bertahun-tahun hidup dalam ritme dunia jurnalistik, dan konten digital yang serba cepat.
Defra memilih berhenti sejenak dari hiruk-pikuk redaksi. Ia menapaki jalur baru, merintis usaha minuman skala UMKM di sektor food and beverage (FnB) melalui sebuah brand sederhana bernama Nugas Drink.
Langkah tersebut bukan semata tentang membuka usaha. Bagi Defra, Nugas Drink adalah perpanjangan dari cara pandangnya membaca kehidupan generasi muda mereka yang hidup di tengah tekanan tugas, deadline, dan tuntutan produktivitas yang nyaris tanpa jeda.
Mahasiswa, pelajar, hingga pekerja kantoran menjadi segmen yang ingin ia sapa melalui segelas minuman. โSegelas minuman itu bukan hanya soal rasa,โ kata Defra. โIa bisa menjadi ruang jeda tempat berhenti sejenak, menenangkan pikiran, lalu kembali bekerja dengan energi yang lebih jernih.โ
Merintis usaha di sektor FnB tentu bukan perkara ringan, terlebih bagi seseorang yang selama ini terbiasa berpacu dengan tenggat redaksi dan dinamika lapangan. Namun Defra memandang tantangan itu sebagai bagian alami dari proses belajar. Pengalaman panjang di dunia jurnalistik, menurutnya, justru mengasah kepekaan dalam membaca peluang dan memahami selera pasar.
โSebagai jurnalis dan content creator, saya sering melihat bagaimana UMKM tumbuh dari kecil. Banyak yang memulai dari gerobak sederhana, lalu berkembang. Dari situ saya berpikir, kenapa saya tidak mencoba?โ ujarnya kepada Taktiknews.com, Sabtu (3/1/2026).
Berangkat dari keyakinan tersebut, Defra membangun usaha minuman rumahan dengan konsep yang sederhana namun digarap secara serius. Prinsipnya jelas, menghadirkan minuman dengan harga terjangkau tanpa mengorbankan kualitas rasa.
Di lapak yang masih beroperasi dalam skala kecil, Nugas Drink menawarkan berbagai varian yang akrab di lidah anak muda mulai dari Dalgona Coffee yang sempat populer pada 2022โ2023, hingga fruit tea dan ice syrup dengan cita rasa manis dan menyegarkan.
โSoal harga, saya ingin semua orang bisa membeli tanpa harus berpikir panjang,โ katanya. Minuman di Nugas Drink dibanderol mulai dari Rp8.000 hingga Rp15.000, kisaran harga yang relatif ramah untuk kategori minuman kekinian.
Meski masih berada pada tahap awal, Defra tidak menutup harapan besarnya. Ia membayangkan Nugas Drink tumbuh perlahan, dikenal lebih luas, dan suatu hari berdiri sebagai merek minuman dengan identitas yang kokoh.
Lebih dari sekadar tempat membeli minuman, ia ingin menghadirkan ruang yang mendorong produktivitas dan energi positif bagi para pelanggannya. โIni memang masih kecil, tapi saya ingin ini menjadi langkah awal. Ke depan, saya berharap bisa membuka beberapa cabang di kota lain,โ ujarnya dengan nada optimistis.
Bagi Defra Asriyanda, langkahnya di dunia FnB bukanlah penutup dari perjalanannya di media. Ia justru memandangnya sebagai ruang eksplorasi baru tempat kreativitas diuji, keberanian dilatih, dan ide-ide segar terus tumbuh, tanpa harus melepaskan dunia komunikasi dan konten digital yang telah membentuk namanya.
“Sebagaimana jurnalisme yang ia tekuni selama ini, Defra meyakini bahwa setiap perjalanan besar selalu berawal dari satu kisah sederhana. Kini, kisah itu kembali ia tulis bukan melalui paragraf berita atau bidikan kamera, melainkan lewat racikan rasa, seteguk demi seteguk,” tutupnya.**














