Taktiknews.com, Pekanbaru – Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor perkebunan kelapa sawit memasuki babak baru. Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) resmi menetapkan 19 lembaga yang lolos seleksi sebagai penyelenggara Program Pelatihan Pengembangan SDM Perkebunan Tahun 2026.
Penetapan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas petani dan pelaku industri sawit nasional, sekaligus menjawab tantangan peningkatan daya saing di tengah tuntutan praktik perkebunan berkelanjutan.
Salah satu lembaga yang turut mencuri perhatian adalah Pusat Perkebunan Berkelanjutan Setara Indonesia. Lembaga ini dipercaya ikut ambil bagian dalam program pelatihan, khususnya dalam bidang budidaya kelapa sawit.
Program tersebut merupakan hasil seleksi proposal yang mengacu pada Pengumuman Direktur Utama BPDP Nomor PENG-1/BPDP/2025. Proses seleksi disebut berlangsung ketat dengan mempertimbangkan kualitas program, pengalaman lembaga, hingga kesiapan implementasi di lapangan.
Direktur Utama BPDP, Eddy Abdurrachman, menegaskan bahwa keputusan yang telah ditetapkan bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat. Ia juga menyampaikan bahwa jumlah peserta dalam setiap pelatihan akan ditentukan melalui Surat Keputusan resmi.
Penetapan ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah serius dalam memperbaiki kualitas SDM perkebunan, terutama di sektor sawit yang selama ini menjadi tulang punggung ekspor nasional.
Di sisi lain, pihak lembaga yang terpilih mulai bersiap menyambut pelaksanaan program. Direktur Pusat Perkebunan Berkelanjutan Setara Indonesia, Dr Mulono Apriyanto, mengaku bersyukur atas kepercayaan yang diberikan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan untuk periode ini, khususnya dalam pelatihan budidaya perkebunan bagi petani kelapa sawit,” ujar Mulono kepada riauaktual.com, Selasa (7/4/2026).
Ia menegaskan bahwa pihaknya langsung bergerak cepat menyiapkan berbagai kebutuhan teknis, termasuk penyusunan modul pelatihan yang mengacu pada standar dari Direktorat Jenderal Perkebunan.
Namun demikian, pelaksanaan program belum dapat dimulai dalam waktu dekat. Mulono menyebut pihaknya masih menunggu petunjuk teknis lanjutan dari BPDP, terutama terkait jadwal dan penetapan peserta.
“Kami masih menunggu informasi lanjutan dari BPDP, terutama terkait waktu pelaksanaan pelatihan. Yang pasti, saat ini kami fokus menyiapkan modul sesuai standar yang berlaku,” jelasnya.
Menariknya, tahun 2026 menjadi momen perdana bagi Setara Indonesia terlibat dalam program pelatihan SDM yang digagas BPDP. Meski baru pertama kali, lembaga ini optimistis mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas petani sawit di Indonesia.
“Ini tahun pertama kami, dan tentu kami berharap ke depan terus dipercaya serta bisa memberikan dampak positif bagi peningkatan SDM perkebunan di Indonesia,” tambahnya.
Program pelatihan ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis budidaya, tetapi juga mencakup berbagai bidang strategis lainnya. Di antaranya adalah teknik panen dan pascapanen, manajemen usaha perkebunan, hingga penerapan standar Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).
Isu keberlanjutan menjadi salah satu fokus utama dalam program ini. Hal ini sejalan dengan meningkatnya tekanan global terhadap praktik industri sawit yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para petani tidak hanya mampu meningkatkan produktivitas, tetapi juga memahami pentingnya tata kelola perkebunan yang sesuai standar internasional.
Selain itu, program ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan posisi tawar produk sawit Indonesia di pasar global. SDM yang kompeten dinilai menjadi kunci utama dalam menghadapi persaingan dan berbagai tantangan industri ke depan.
Adapun 19 lembaga yang dinyatakan lolos dalam program pelatihan SDM perkebunan tahun 2026 terdiri dari berbagai institusi pendidikan, lembaga pelatihan, hingga perusahaan swasta yang memiliki kompetensi di bidangnya.
Beberapa di antaranya adalah Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY), Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP), Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku dan Binuang, serta Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi.
Selain itu, terdapat pula sejumlah perusahaan seperti PT Best Planter Indonesia, PT Citra Widya Education, PT Riset Perkebunan Nusantara, hingga PT Trifos International Sertifikasi.
Masuknya berbagai lembaga dengan latar belakang beragam ini diharapkan mampu menghadirkan pendekatan pelatihan yang lebih komprehensif dan adaptif terhadap kebutuhan di lapangan.
Dengan dimulainya program ini, harapan besar tertuju pada peningkatan kualitas SDM perkebunan yang tidak hanya produktif, tetapi juga berkelanjutan. Pemerintah pun diharapkan terus menjaga konsistensi dalam mendorong transformasi sektor sawit menuju arah yang lebih modern dan berdaya saing tinggi.***











