Banner Website
Ekonomi & Bisnis

Bidik Pasar Ramadan, Durian Runtuh Kembangkan Bisnis Kuliner Kampung Melayu

37
×

Bidik Pasar Ramadan, Durian Runtuh Kembangkan Bisnis Kuliner Kampung Melayu

Sebarkan artikel ini
Bidik Pasar Ramadan, Durian Runtuh Kembangkan Bisnis Kuliner Kampung Melayu
Kampung Melayu Durian Runtuh di Jalan Sudirman, Simpang Tiga. (TN/MD)

TaktikNews.com, Pekanbaru – Pelaku usaha kuliner di Pekanbaru kembali menunjukkan geliat ekspansi bisnis jelang Ramadan. Durian Runtuh, yang selama ini dikenal sebagai pusat durian premium, resmi meluncurkan unit usaha baru bertajuk Kampung Melayu Durian Runtuh di Jalan Sudirman, Simpang Tiga.

Langkah ini dinilai sebagai strategi diversifikasi bisnis untuk menangkap lonjakan konsumsi masyarakat selama Ramadan, khususnya pada segmen buka puasa bersama yang memiliki perputaran ekonomi tinggi.

Pemilik usaha, Herlino, mengatakan pengembangan konsep Kampung Melayu dilakukan untuk memperluas pasar sekaligus memperpanjang waktu kunjungan konsumen.

“Selama ini Durian Runtuh kuat di produk durian. Dengan konsep prasmanan khas Melayu, kami masuk ke segmen makanan berat dan keluarga, terutama untuk Ramadan,” ujarnya kepada TaktikNews.com.

Konsep prasmanan dipilih karena dinilai mampu meningkatkan average spending pelanggan. Pengunjung dapat menikmati beragam menu tradisional Melayu dalam satu paket, yang secara bisnis lebih efisien dari sisi operasional dan penjualan.

Menu andalan seperti daging salai masak lemak dipadukan dengan hidangan khas lainnya yang jarang ditemui di restoran komersial. Strategi ini menempatkan Kampung Melayu Durian Runtuh sebagai pemain di ceruk pasar kuliner tradisional premium.

“Menu kami disiapkan untuk konsumen yang ingin suasana berbeda, bukan sekadar makan, tapi juga pengalaman,” kata Herlino.

Dari sisi permintaan, respon pasar dinilai positif. Bahkan sejak hari pertama beroperasi, permintaan reservasi untuk buka puasa bersama sudah mulai masuk.

“Ini sinyal bagus secara bisnis. Ramadan selalu menjadi puncak konsumsi, dan kami melihat peluang itu sejak awal,” ungkapnya.

Selain memperkuat lini makanan, Durian Runtuh tetap mempertahankan produk inti berupa durian lokal dan impor sebagai pembeda dari pelaku usaha kuliner lain. Kombinasi makanan khas dan durian premium diharapkan mampu meningkatkan loyalitas pelanggan.

Ekspansi ini juga berdampak pada ekonomi lokal, mulai dari penyerapan tenaga kerja tambahan, penggunaan bahan baku lokal, hingga menggerakkan rantai pasok UMKM kuliner tradisional.

Taktiknews.com menilai langkah Durian Runtuh mengembangkan Kampung Melayu merupakan contoh adaptasi bisnis kuliner yang membaca momentum pasar. Dengan strategi diversifikasi produk dan penguatan pengalaman konsumen, usaha ini berpotensi memperbesar omzet sekaligus memperkuat posisi di industri kuliner Pekanbaru selama Ramadan dan seterusnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *