Banner Website
Hukum & Kriminal

Viral Kejar-kejaran Avanza di Pekanbaru, Polisi Tegaskan Korban Diperas OTK

35
×

Viral Kejar-kejaran Avanza di Pekanbaru, Polisi Tegaskan Korban Diperas OTK

Sebarkan artikel ini
Viral Kejar-kejaran Avanza di Pekanbaru, Polisi Tegaskan Korban Diperas OTK
Tiga Pelaku yang Diduga Melakukan Aksi Pemerasan. (TN/HO-Polsek Rumbai)

TaktikNews.com, Pekanbaru – Peristiwa kejar-kejaran mobil Toyota Avanza putih di ujung Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, yang sempat viral di media sosial, akhirnya terungkap fakta sebenarnya. Polisi memastikan insiden tersebut bukan kasus asusila, melainkan dugaan upaya pemerasan dan pengrusakan oleh sekelompok orang tak dikenal.

Kasus ini ditangani Polsek Rumbai setelah pengemudi mobil melapor sebagai korban.

Kanit Reskrim Polsek Rumbai, Dodi Vivino, menjelaskan peristiwa bermula saat korban berhenti di pinggir jalan untuk mengecek obat di dalam mobil. Lokasi yang minim penerangan diduga dimanfaatkan para pelaku untuk melancarkan aksinya.

“Beberapa orang tiba-tiba mendatangi mobil sambil membawa batu dan memaksa korban turun. Tujuannya untuk memeras,” ujar Dodi, Sabtu (14/2/2026).

Merasa terancam dan khawatir menjadi korban tindak kejahatan, pengemudi memilih melarikan diri menuju area yang lebih terang dan ramai. Namun, kelompok tersebut tetap mengejar hingga ke sebuah gerai makanan cepat saji.

Di lokasi itulah, para pelaku meneriaki korban dengan tuduhan melakukan perbuatan mesum. Tuduhan tersebut kemudian direkam dan menyebar luas di media sosial, sehingga memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Faktanya tidak ada perbuatan asusila. Tuduhan itu digunakan untuk menekan dan mempermalukan korban,” tegas Dodi.

Akibat kejadian tersebut, kaca mobil korban dirusak hingga pecah. Korban kemudian melaporkan peristiwa itu ke pihak kepolisian.

Kapolsek Rumbai, Budi Praman, membenarkan laporan tersebut. Polisi telah mengamankan kendaraan korban sebagai barang bukti dalam perkara pengrusakan.

“Sudah ada tiga orang terduga pelaku yang kami amankan dan saat ini ditahan di Polsek Rumbai untuk pemeriksaan lebih lanjut,” kata Budi.

Polisi masih mendalami peran masing-masing pelaku serta kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut.

Taktiknews.com mencatat, kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar tidak langsung mempercayai narasi viral di media sosial tanpa klarifikasi resmi. Aparat mengimbau warga segera melapor jika mengalami atau melihat dugaan pemerasan maupun tindak kriminal serupa.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *