Taktiknews.com, Pekanbaru – Bantuan renovasi rumah dari pemerintah membawa perubahan besar bagi kehidupan Tuti Ardianti, warga Jalan Budi Luhur, Kelurahan Tuah Negeri, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru. Setelah bertahun-tahun tinggal di rumah papan dengan kondisi terbatas, kini keluarganya dapat menempati hunian yang lebih layak dan aman.
Tuti, ibu rumah tangga kelahiran 1996, tinggal bersama suami dan tiga anaknya yang masih berusia sekolah. Selama delapan tahun terakhir, keluarganya bertahan di rumah sederhana yang dibangun di samping rumah orang tuanya.
Kepada Taktiknews.com, Rabu (10/06/2026), Tuti menceritakan rumah tersebut memiliki nilai sejarah tersendiri karena dirinya memang tumbuh dan besar di lingkungan tersebut.
“Saya dari lahir sejak tahun 1996 memang tinggal disini bersama orang tua. Kemudian, saya menikah bangun rumah papan di sebelah rumah orang tua,” ujar Tuti dengan mata berkaca-kaca.
Selama bertahun-tahun, keluarga itu menghadapi berbagai keterbatasan. Dinding rumah mulai lapuk dan atap kerap bocor saat hujan turun. Meski demikian, mereka tetap bertahan sambil berharap suatu saat kondisi rumah dapat diperbaiki.
Harapan itu akhirnya datang ketika rumah Tuti masuk dalam program bantuan renovasi rumah dari pemerintah. Menurutnya, informasi tersebut pertama kali disampaikan saat petugas BKKBN mendatangi kediamannya.
“Sudah delapan tahun, kami tinggal dengan keadaan rumah seadanya. Tapi mulai dari Februari kemarin, datang rezeki untuk kami dapat bantuan dari pemerintah program seperti ini,” katanya.
Tuti mengaku sempat tidak percaya saat mengetahui rumahnya akan direnovasi karena sebelumnya hanya mendengar program serupa diterima warga lain.
“Pihak BKKBN datang ke rumah, memberi tahu kalau rumah ini akan di renovasi. Tentunya senang, seperti mimpi rasanya,” ungkapnya.
Selain renovasi rumah, keluarga Tuti juga menerima bantuan modal usaha dari Seruni Kabinet Merah Putih berupa paket daster dan pakaian anak. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan pendapatan keluarga.
“Alhamdulillah saya sangat bersyukur dapat bantuan dari pemerintah. Bukan cuman rumah saja yang dilakukan perbaikan, tetapi saya juga diberikan modal usaha berupa paket daster dan pakaian anak,” tuturnya.
Menurut Tuti, rumah yang lebih layak memberikan rasa aman bagi keluarganya, terutama saat musim hujan. Sebelumnya, anak-anaknya kerap harus mengungsi ke rumah kakek dan nenek mereka ketika hujan deras mengguyur.
“Kalau udah bagus seperti ini, kami tak perlu khawatir lagi kalau hujan. Apalagi ini anak-anak kalau hujan, harus diungsikan ke rumah orang tua. Kedepannya sudah tidak masalah lagi,” jelasnya.
Tuti berharap program bantuan sosial dan perbaikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak warga yang merasakan manfaat serupa.
“Harapan saya, semoga pemerintah bisa terus memperhatikan masyarakat secara menyeluruh. Karena di kondisi serba mahal ini sangat butuh bantuan pemerintah,” harapnya.***














