Ekbis

Antisipasi Inflasi, Pemprov Riau Amankan Pasokan Pangan dari Pulau Jawa

30
×

Antisipasi Inflasi, Pemprov Riau Amankan Pasokan Pangan dari Pulau Jawa

Sebarkan artikel ini
Antisipasi Inflasi, Pemprov Riau Amankan Pasokan Pangan dari Pulau Jawa
Cabai Merah (Foto: Marianus Waruwu/Taktiknews)

Taktiknews.com, Pekanbaru – Pemerintah Provinsi Riau mengambil langkah strategis untuk menekan laju inflasi daerah dengan memastikan pasokan bahan pokok tetap tersedia dan stabil di pasaran.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah memperkuat kerja sama antardaerah melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Riau Pangan Bertuah.

Melalui BUMD tersebut, Pemprov Riau menjalin kemitraan langsung dengan para petani di sejumlah wilayah Pulau Jawa, seperti Malang dan Magelang.

Kerja sama ini difokuskan untuk mengamankan suplai komoditas pangan utama yang kerap memicu inflasi.

Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, mengatakan langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi gangguan distribusi pangan.

Pasalnya, beberapa daerah penghasil bahan pokok mengalami kendala pasokan akibat bencana alam, termasuk wilayah Sumatera Barat.

“Untuk menjaga stabilitas harga, BUMD Riau Pangan Bertuah sudah bekerja sama dengan petani di Pulau Jawa. Fokus utamanya pada komoditas cabai dan bawang yang sering bergejolak harganya,” ujar Syahrial, Kamis (15/1/2026) kepada Taktiknews.com.

Selain cabai, pasokan bawang merah dan bawang putih juga menjadi prioritas pengamanan. Langkah ini dinilai penting mengingat permintaan bahan pangan diprediksi meningkat signifikan menjelang bulan suci Ramadan.

Tak hanya itu, Pemprov Riau turut memantau komoditas lain yang berkontribusi besar terhadap inflasi, seperti telur dan daging ayam.

Koordinasi intensif dengan daerah sentra produksi terus dilakukan guna memastikan distribusi berjalan lancar dan tidak tersendat.

Syahrial menegaskan, pengendalian inflasi tidak hanya bergantung pada ketersediaan stok, tetapi juga pengawasan harga di lapangan.

Oleh karena itu, pemantauan rutin dilakukan mulai dari pasar tradisional hingga pusat perbelanjaan modern.

“Prinsipnya, pasokan harus aman dan harga tetap terkendali. Pemerintah terus turun ke lapangan untuk memastikan masyarakat tidak terbebani lonjakan harga,” tegasnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *