Pekanbaru, Taktiknews.com – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus mempercepat transformasi layanan publik berbasis digital dengan menghadirkan akses internet gratis di berbagai ruang publik.
Salah satu fokus utama program ini adalah penyediaan jaringan WiFi di seluruh halte yang tersebar di kota, sebagai bagian dari strategi mendukung sistem transportasi modern dan efisien.
Wali Kota Agung Nugroho menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar menghadirkan fasilitas tambahan, tetapi merupakan bagian dari upaya besar dalam mengintegrasikan layanan transportasi dengan kebutuhan masyarakat di era digital.
Menurutnya, keberadaan WiFi di halte akan memberikan nilai tambah bagi pengguna transportasi umum, terutama dalam mengakses informasi perjalanan secara real-time.
“Penyediaan WiFi gratis ini akan mendukung sistem transportasi yang lebih cerdas. Ke depan, kami juga menyiapkan pembaruan layanan bus listrik agar lebih cepat, tepat waktu, dan efisien,” ujar Agung kepada Taktiknews.com, Kamis (27/3/2026).
Isu utama yang diangkat dalam kebijakan ini adalah peningkatan kualitas layanan publik berbasis digital sekaligus pemerataan akses internet bagi masyarakat.
Pemko melihat bahwa akses internet kini bukan lagi kebutuhan tambahan, melainkan sudah menjadi kebutuhan dasar yang menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga komunikasi sehari-hari.
Program WiFi gratis ini tidak hanya difokuskan pada halte, tetapi juga akan diperluas ke berbagai fasilitas umum lainnya.
Beberapa lokasi yang menjadi sasaran antara lain masjid, pos pelayanan terpadu (posyandu), ruang terbuka hijau, hingga sarana olahraga.
Pemerintah juga memastikan pemasangan dilakukan di titik-titik strategis yang memiliki mobilitas masyarakat tinggi.
Di antaranya adalah kawasan Perkantoran Pemko di Tenayan Raya, halaman masjid, serta sejumlah stadion yang sering menjadi pusat kegiatan masyarakat.
Beberapa lokasi prioritas yang telah dipetakan meliputi Stadion Utama Riau di Jalan Naga Sakti, Stadion Kaharuddin Nasution di Rumbai, hingga kawasan UMKM seperti Bundaran Keris, Jalan Cut Nyak Dien, dan Taman Labuai.
Langkah ini dinilai sebagai strategi penting untuk menghidupkan kembali ruang publik sekaligus mendorong aktivitas ekonomi berbasis digital.
Dengan tersedianya akses internet gratis, pelaku usaha kecil dan menengah diharapkan dapat lebih mudah memasarkan produk mereka secara online, memperluas jangkauan pasar, serta meningkatkan daya saing.
Selain itu, masyarakat umum juga akan mendapatkan manfaat langsung, seperti kemudahan mengakses layanan digital pemerintah, informasi pendidikan, hingga hiburan.
Hal ini diharapkan mampu mengurangi kesenjangan digital yang masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah.
Agung Nugroho menambahkan bahwa program ini juga menjadi bagian dari visi besar Pemko Pekanbaru dalam membangun kota yang lebih inklusif dan berbasis teknologi.
Ia menilai bahwa integrasi antara infrastruktur fisik dan digital adalah kunci dalam menciptakan layanan publik yang efektif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Dengan adanya WiFi gratis ini, kami ingin memastikan masyarakat dapat lebih mudah terhubung dengan informasi dan layanan digital.
Ini juga menjadi langkah konkret dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan aktivitas sosial di ruang publik,” jelasnya.
Namun demikian, tantangan tetap ada dalam implementasi program ini. Salah satunya adalah menjaga kualitas jaringan agar tetap stabil dan dapat diakses secara optimal oleh masyarakat.
Selain itu, Pemko juga perlu memastikan keamanan jaringan agar tidak disalahgunakan.
Pengamat kebijakan publik menilai bahwa program ini merupakan langkah progresif, namun harus diiringi dengan pengelolaan yang baik agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas.
Transparansi dalam pengelolaan anggaran serta evaluasi berkala juga menjadi hal penting untuk memastikan keberlanjutan program.
Dengan berbagai langkah yang telah dirancang, Pemko Pekanbaru optimistis program WiFi gratis ini akan menjadi salah satu pendorong utama dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Tidak hanya sebagai fasilitas tambahan, tetapi juga sebagai fondasi dalam membangun kota yang lebih modern, terhubung, dan berdaya saing di era digital.
Ke depan, masyarakat menaruh harapan besar agar program ini dapat berjalan konsisten dan merata di seluruh wilayah kota.
Jika terealisasi secara maksimal, Pekanbaru berpotensi menjadi salah satu kota percontohan dalam pengembangan layanan publik berbasis digital di Indonesia.***













