Taktiknews.com, Pekanbaru – Isu banjir, sampah, dan pembenahan infrastruktur kembali menjadi penegasan utama Agung Nugroho saat melaksanakan Safari Ramadan di Masjid Al-Firdaus, Kelurahan Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukit Raya, Rabu (25/2/2026).
Didampingi Wakil Wali Kota Markarius Anwar, kunjungan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum menyampaikan prioritas kerja Pemerintah Kota Pekanbaru yang saat ini difokuskan pada persoalan mendasar kota.
Dalam sambutannya, Agung Nugroho secara terbuka mengakui persoalan banjir dan sampah masih menjadi keluhan utama warga. Ia menegaskan, tahun ini Pemko Pekanbaru menargetkan pembersihan drainase sepanjang 900 kilometer sebagai langkah konkret mengurangi genangan air di berbagai titik rawan.
Menurutnya, perbaikan sistem drainase merupakan fondasi utama dalam penanganan banjir perkotaan. Tanpa pembenahan menyeluruh, persoalan tersebut akan terus berulang setiap musim hujan.
“Kami tidak menutup mata. Banjir dan sampah adalah pekerjaan rumah besar yang harus dituntaskan secara bertahap dan terukur,” ujarnya di hadapan jamaah.
Selain drainase, infrastruktur jalan juga menjadi perhatian. Wali Kota memastikan ruas Jalan Rindang yang selama ini dikeluhkan masyarakat akan segera diperbaiki. Perbaikan infrastruktur disebut sebagai bagian dari komitmen meningkatkan kenyamanan dan mobilitas warga.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat pertumbuhan kota yang pesat harus diimbangi dengan kualitas sarana dasar yang memadai.
Dalam kesempatan itu, Agung juga menyampaikan bahwa utang daerah sebesar Rp470 miliar telah diselesaikan pada 2025. Ia menyebut kondisi fiskal yang lebih stabil memungkinkan pemerintah lebih fokus pada pembangunan dan pelayanan publik.
Pemko Pekanbaru turut menyalurkan bantuan Rp100 juta untuk pembangunan masjid, dukungan fasilitas Smart TV untuk program WiFi gratis, serta bantuan sosial melalui Baznas dan program kemitraan perbankan daerah. Diskon Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebesar 50 persen juga kembali ditegaskan sebagai bentuk keringanan bagi masyarakat.
Safari Ramadan yang berlangsung selama 20 hari ini menjadi wadah dialog langsung antara pemerintah dan warga. Namun sorotan utama masyarakat tetap pada realisasi target penanganan banjir, pengelolaan sampah, serta perbaikan infrastruktur.
Penegasan fokus pada tiga sektor tersebut menunjukkan arah kebijakan Pemko Pekanbaru saat ini. Tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh target berjalan sesuai rencana dan berdampak nyata bagi warga.***














