Bisnis

SKA Sportshow Volume 3 Jadi Ajang Pembinaan Atlet, BPJS Ketenagakerjaan Soroti Pentingnya Perlindungan Petinju

×

SKA Sportshow Volume 3 Jadi Ajang Pembinaan Atlet, BPJS Ketenagakerjaan Soroti Pentingnya Perlindungan Petinju

Sebarkan artikel ini
SKA Sportshow Volume 3 Jadi Ajang Pembinaan Atlet
Sebanyak 128 atlet dari berbagai daerah ambil bagian dalam SKA Sportshow Volume 3 yang digelar di Mall SKA Pekanbaru, Sabtu (22/8/2026).

PEKANBARU – Sebanyak 128 atlet dari berbagai daerah ambil bagian dalam SKA Sportshow Volume 3 yang digelar di Mall SKA Pekanbaru, Sabtu (22/8/2026). Selain menjadi arena kompetisi, ajang tersebut menjadi ruang bagi atlet muda untuk mengasah kemampuan, membangun mental bertanding dan meningkatkan pengalaman di cabang olahraga bela diri.

Peserta SKA Sportshow Volume 3 tidak hanya berasal dari Pekanbaru, tetapi juga sejumlah daerah di Riau seperti Duri, Kerinci, Bengkalis, Dumai, Kampar, Perawang dan Indragiri Hulu. Bahkan, terdapat peserta yang datang dari Medan, Sumatera Utara.

Ketua Panitia SKA Sportshow Volume 3, Ilham Sulaiman, mengatakan tingginya antusiasme peserta menunjukkan bahwa olahraga bela diri memiliki potensi untuk terus berkembang dan menjadi wadah pembinaan atlet di daerah.

“SKA Sportshow Open Championship memberikan ruang dan wadah kepada seluruh atlet Riau. Semoga kita makin berkembang, bisa mencakup khususnya regional Sumatera, dan bisa ter-mention hingga ke nasional Indonesia,” ujar Ilham.

SKA Sportshow Volume 3 menghadirkan 43 pertandingan pada cabang bela diri SKA Combat. Selain mempertandingkan kategori amatir, penyelenggara juga menghadirkan partai profesional dengan melibatkan atlet dari luar daerah, termasuk Jakarta dan sejumlah daerah di Pulau Jawa.

Kehadiran atlet dari luar daerah tersebut diharapkan memberikan pengalaman baru bagi atlet lokal sekaligus menjadi motivasi untuk meningkatkan kemampuan dan kualitas pertandingan.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Pekanbaru, Dr. Yuliarso, S.STP., M.Si, yang hadir mewakili Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, mengingatkan seluruh pihak yang terlibat agar pertandingan berlangsung dengan menjunjung tinggi sportivitas dan keadilan.

“Kepada para wasit dan juri, pimpinlah pertandingan ini secara adil, jujur, dan objektif,” ujarnya.

Perwakilan Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina), Briptu Dio Elfa Fernando, mengatakan kegiatan seperti SKA Sportshow memiliki manfaat yang lebih luas dibandingkan sekadar mencari pemenang.

Menurutnya, kompetisi menjadi sarana untuk membentuk mental juara, meningkatkan sportivitas sekaligus mengarahkan generasi muda untuk mengisi waktu dengan aktivitas yang positif.

“Pelaksanaan SKA Sportshow ini untuk membentuk mental juara para pemuda. Yang kedua, untuk meningkatkan rasa sportivitas dan juga agar para pemuda dapat menggunakan waktunya dengan baik melalui sarana olahraga, terutama tinju,” katanya.

Di tengah semangat pembinaan atlet tersebut, aspek perlindungan terhadap atlet juga menjadi hal yang tidak kalah penting. Cabang olahraga bela diri seperti tinju memiliki risiko cedera yang relatif tinggi karena atlet melakukan kontak fisik secara langsung, baik ketika latihan maupun saat pertandingan.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Dumai Fadly Maulana mengatakan, atlet juga merupakan pekerja yang memiliki risiko dalam menjalankan aktivitasnya, sehingga aspek perlindungan jaminan sosial perlu menjadi perhatian.

Menurutnya, atlet tidak hanya membutuhkan pembinaan untuk meningkatkan prestasi, tetapi juga perlindungan ketika menghadapi risiko kecelakaan dalam menjalankan aktivitas olahraga.

“Atlet, khususnya yang menekuni olahraga dengan risiko cedera seperti tinju, tentu membutuhkan perlindungan. Mereka berlatih dan bertanding untuk mengukir prestasi, tetapi di balik itu ada risiko yang harus diantisipasi. Karena itu, perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan menjadi salah satu bentuk perhatian terhadap keberlangsungan karier dan masa depan atlet,” ujar Fadly.

Ia menambahkan, perlindungan tersebut penting agar ketika atlet mengalami kecelakaan dalam aktivitas yang berkaitan dengan pekerjaannya, mereka tidak harus menanggung seluruh dampak risiko tersebut sendiri.

“Prestasi memang menjadi tujuan utama seorang atlet, tetapi keselamatan dan perlindungan juga harus berjalan beriringan. Kita ingin atlet dapat berlatih dan bertanding dengan lebih tenang karena ada perlindungan ketika risiko terjadi,” katanya.

Fadly berharap semakin banyak komunitas, klub olahraga, penyelenggara pertandingan maupun pihak terkait memperhatikan aspek perlindungan atlet sebagai bagian dari pembinaan olahraga yang berkelanjutan. (rls)

Banner Website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *