Banner Website
Daerah

Rehabilitasi Tuntas, SDN 13 Seluma Kini Layak Pakai

39
×

Rehabilitasi Tuntas, SDN 13 Seluma Kini Layak Pakai

Sebarkan artikel ini
Rehabilitasi Tuntas, SDN 13 Seluma Kini Layak Pakai
Kepala sekolah SD Negeri 13 Seluma, Susanti saat ditemui dikantornya, Selasa (24/2/2026). /Taktiknews/Renaldi

Taktiknews.com, Seluma – Perbaikan sarana pendidikan di Kabupaten Seluma terus bergerak. SD Negeri 13 Seluma kini tampil dengan wajah baru setelah menerima bantuan rehabilitasi total melalui APBD 2025 yang disalurkan Dinas Pendidikan setempat.

Meski gedung sekolah telah dibenahi dan fasilitas belajar bertambah, persoalan ketersediaan air bersih masih menjadi kebutuhan prioritas yang belum terselesaikan.

Kepala sekolah, Susanti, menyampaikan bahwa hampir seluruh bagian sekolah mendapat sentuhan perbaikan. Ruang kelas, kantor guru, hingga pagar depan telah direnovasi sehingga kondisi sekolah jauh lebih aman dan nyaman.

Sebelum dilakukan pembenahan, sejumlah ruang dinilai kurang mendukung kegiatan belajar. Kini, suasana belajar mengajar disebut lebih efektif karena didukung lingkungan yang lebih layak.

“Sekarang kondisi sekolah jauh lebih baik dan nyaman untuk siswa maupun guru,” ujarnya, Selasa (24/2/2026).

Selain pembangunan fisik, SDN 13 Seluma juga mulai mengimplementasikan sistem absensi berbasis digital melalui aplikasi e-Cerdas. Jika sebelumnya masih tahap percobaan, kini sistem tersebut telah diterapkan secara aktif.

Langkah ini dinilai sebagai bagian dari modernisasi tata kelola sekolah, sekaligus meningkatkan akurasi data kehadiran siswa.

Sekolah turut memperoleh bantuan sarana olahraga berupa bola futsal, matras, serta perlengkapan bulu tangkis lengkap. Dukungan tersebut diharapkan mampu menunjang aktivitas jasmani siswa.

Tak hanya itu, buku Lembar Kerja Siswa (LKS) untuk kelas III, IV, dan V juga disalurkan guna mendukung proses pembelajaran. Pemerintah daerah bahkan menyerahkan papan nama resmi sekolah sebagai bentuk penguatan identitas lembaga.

Di tengah berbagai peningkatan fasilitas, satu persoalan krusial masih membayangi, yakni ketersediaan air bersih. Sumur lama sekolah dinilai tidak layak digunakan karena letaknya terlalu dekat dengan sumber sanitasi.

Walaupun air tampak jernih, pihak sekolah memilih berhati-hati demi menjaga kesehatan siswa. Untuk kebutuhan harian, air sementara dipasok dari masjid di sekitar lingkungan sekolah.

“Kami sangat berharap ada pembangunan sumur bor agar kebutuhan air bersih bisa terpenuhi secara aman dan mandiri,” ungkap Susanti.

Pihak sekolah menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah atas dukungan yang telah diberikan, sembari berharap persoalan air bersih segera mendapat solusi demi menunjang kenyamanan dan kesehatan seluruh warga sekolah.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *