Riau

Perkembangan Seni di Pulau Bengkalis, Masuk Tahun Ke-4 Gunakan Dana Sendiri Salim Gelar Festival Kompang

32
×

Perkembangan Seni di Pulau Bengkalis, Masuk Tahun Ke-4 Gunakan Dana Sendiri Salim Gelar Festival Kompang

Sebarkan artikel ini
Teks foto : Grup Az-Zahra Juara I dan pelatih foto bersama dewan juri, Jum'at (23/12/2023).

Bantan, Taktiknews.com – Memang, grup kompang di Pulau Bengkalis ada yang tidak aktif lagi, tetapi selain lahirnya grup-grup baru, grup kompang lama ada yang melakukan regenerasi bahkan tampil dengan lebih kekinian yaitu kemampuan menabuh kompang, membaca kitab Al Barzanji, serta farmasi duduk berdiri berjalan dengan tarian dalam satu koreografi nan molek dipandang.

Inilah tontonan masyarakat Desa Bantan Air kala tahun keempat Salim sang penggagas Festival Kompang kembali menaja Semarak Piala Bergilir Festival Seni Kompang Kreasi pada Jum’at 10 Jumadil Akhir 1445 Hijriah bersamaan dengan 23 Desember 2023.

Salim rela menggunakan dana sendiri untuk segala keperluan atas konsekuensi festival, mulai dari konsumsi, hadiah, honor juri, MC, serta publikasi yang telah menjadi pendukung festival ini. Lewat kejeliannya memanfaatkan momen lain yang dikolaborasikan dengan even gagasannya, acara aqiqah sang cucu, pernikahan anaknya, dan kali ini pernikahan kemenakannya menjadi awal acara sehingga efektif efisien dari segi tenaga, waktu, maupun pendanaan bisa diminimalisir didukung pula hadiah berupa kompang dan tropi dari kayu yang merupakan hasil karyanya sendiri.

Kemajuan festival yang ditaja Salim dari segi kualitas dan kapasitas terus meningkat. Untuk memandu acara festival tahun ke-4 ini Salim mendatang MC (Master of Ceremony) atau pembawa acara Profesional MC Ade Herlina lalu disusul Trainer Nasional BNSP RI Haliyun Naim akrab disapa Baim yang OTW (On the Way) Pekanbaru-Bengkalis langsung ke tempat festival. Untuk pengadil pula, Ahmad Sulaiman (73 tahun) seorang insan multi talenta, Abdul Halim Yatom pelatih dan pengrajin kompang, serta Asral guru kompang yang sempat dibawa seniman ND Juaii M Usna ke Khanduri Laot Sabang pada akhir Maret awal April 2019 diberikan tanggung jawab dunia akhirat sebagai pengadil dalam festival yang ditumpangi Salim saat resepsi pernikahan anak Karni dan Desi bernama Mukhlisin dengan pilihan hatinya Ranti Maya Sari.

Ketua Panitia Arif Budiansyah dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada panitia penyelenggara masyarakat Dusun 6 Bangunsari atas partisipasi, tenaga, moril, materil. “Mudah-mudahan mendapat pahala, Aamiin Ya Rabbal Alaamian,” ucapnya.

Disampaikan Arif Budiansyah, satu buah kompang akan ditambahkannya kepada juara pertama. Selanjutnya, Arif mengajak hadirin untuk memberikan aplus, tepukan yang meriah kepada Salim yang telah melaksanakan Festival Kompang kali ke-4 tahun 2023 ini. Kemudian mendoakan Salim semoga diberikan kesehatan sehingga kegiatan festival ini akan berlanjut di tahun hadapan.

Arif Budiansyah yang membuka festival ini mengungkapkan, “Selamat bertanding kepada enam peserta, yang pertama dari Desa Bantan Tengah ada dua grup, desa Bantan Air ada dua grup, Desa Teluk Papal ada satu grup, dan Desa Ulu Pulau ada satu grup. Saya ucapkan selamat bertanding dan menjunjung sportivitas,” kata Arif terkesan singkat.

Ahmad Sulaiman, mewakili dewan juri pula mengungkapkan, “Di dalam Festival Kompang, suara, lagu itu perlu, wajib benarnya, jangan salah sebut. Yang kita mainkan ini hadits-hadits nabi (yang disebut) semuanya, cerita-cerita Rasulullah SAW dalam hidupnya sampai ke wafat,” terangnya dengan memberikan contoh bacaan Ashsholatu’alannabi tapi tidak tepat jika dijawab Ashsholatu’alarrasul yang seharusnya Assalamu’alarrasul, “Kalau salah sebutnya, salahlah haditsnya, menanggunglah awak resikonye,” terang Ahmad Sulaiman yang akrab disapa Ucu Amad Cukup dikarenakan multi talentanya dalam bidang keilmuan agama dan seni budaya Islami ini.

Dalam hal pukulan pula, Amat Cukup kecil dahulu setelah 3 bulan belajar kompang dari Ibrahim, murid dari guru kompang Muhammad Johari, tamat belajar kompang kala kelas 5 SR (Sekolah Rakyat) tahun 1959 di Desa Meskom ini menyebutkan ada 12 jenis pukulan yang wajib dikuasai:
1. Mecah.
2. Mabun.
3. Mecah Gendung
4. Selang Gendung.
5. Apit Gendung.
6. Gendung Satu.
7. Gendung Dua
8. Tratat Tiga.
9. Tratat Empat.
10. Tratat Dua Belas.
11. Mabun Melayu.
12. Menginang.

Nyimas, seorang hadirin dari Dusun Enam mengaku merasa gembira menyaksikan penampilan peserta festival tadi. “Saya bingung, pokoknya luar biasa (penampilan peserta tadi). Ada grup yang latihan di depan rumah saya, mereka latihan berbulan-bulan dan melakukan banyak perubahan. Bahkan ada satu grup kompang yang sudah tampil di Pinggir saat MTQ Kabupaten Bengkalis kemarin. Untuk generasi muda supaya semangat meneruskan kompang kreasi ini,” harap Nyimas.

Khairul Nizam warga Desa Ulu Pulau saat ini mahasiswa pasca sarjana di Universitas Islam Raden Intan Lampung Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam merasa bangga karena kompang di daerahnya tetap aktif dan berkembang. “Kalau zaman dulu kebanyakan yang ikut kompang ini kan kebanyakan cowok atau bapak-bapak, remaja, atau anak-anak tapi sejak sekitar 15an tahun kebelakangan ini kebanyakan Ibuk-Ibuk, pemuda pemudi itu mengikuti latihan kompang sehingga antusias masyarakat di Kecamatan Bantan dan seluruh desa ikut serta melestarikan budaya kompang,” tutur Khairul Nizam.

Intan Ilmi Binafsih anggota Grup Bunga Seroja yang tampil pada undian 3 sangat kagum penampilan peserta lain khususnya Ibuk-Ibuk yang harus menjaga anaknya, memasak dan segala macamnya. “Kita baru fokus belajar sekitar sebulan terakhir, kita hanya ikut tampil saja, menang kalah itu biasa. Kedepannya kalau ada lagi kita akan ikut lagi, Insya Allah. Mudah-mudahan Pak Salim tetap melaksanakan lagi tahun depan dan kami akan tampil dengan target,” ucap Intan didampingi 2 rekan grup kompangnya.

Sebelum pengumuman pemenang, Asral yang diberikan kesempatan menyampaikan penilaian dalam bidang koreo jika dalam performance tidak bergerak, “Ape yang ndak kite beghi nilai. Ade geghak yang paling sulit dibuat itu paling tinggi kite beghi angkenye tapi kalau geghaknye ituuu aje tak bisa lah kite beghi nilai banyak (tinggi)lah. Yang akan datang, kalau dapat pade pola ini diubahlah balik kate oghang Melayu jangan kaku dalam main (kompang),” harap Asral dalam dialek Melayu Pesisirnya.

Mengawali acara, sebagai pengantar dan kebahagiaan bagi Keluarga Besar Salim, Grup Kompang Arrahman tampil sebagai suguhan hiburan bagi ratusan pengunjung malam itu. “Salam Kompak dan Selamat Bertanding” tertulis di bawah baliho di bagian belakang panggung lomba.

Inilah urutan para pemenang Semarak Piala Bergilir Festival Seni Kompang Kreasi Tahun 2023, Juara I berhasil direbut Grup Az-Zahra Desa Bantan Air yang tampil perdana. Kemudian Grup Az-Zahra Dusun Belas Desa Bantan Tengah yang tampil di undian 5 berada di posisi Juara II sedangkan Grup Bunga Seroja Desa Bantan Tengah undian 3 berhasil meraih Juara III. Selanjutnya Grup Sinar Murni undian 2 berada di posisi Juara Harapan I, Grup Nurul A’in undian 6 Juara Harapan II, serta Uswatun Hasanah undian 4 Juara Harapan III. Kepada Juara I sampai III menerima tropi, piagam, uang pembinaan khusus Juara I juga membawa pulang Piala Bergilir. Untuk Juara Harapan pula menerima uang sagu hati.

Agar even ini dapat disaksikan pencinta musik kompang di seantero dunia, maka Salim sejak sekitar 3 bulan sebelum pelaksanaan festival telah mengundang YouTubers STaR TV Bengkalis untuk melakukan live streaming. Hingga Rabu (27/12/2023) pukul 21.56 WIB, Semarak Piala Bergilir Festival Seni Kompang Kreasi telah ditayang 676 kali dengan waktu 88 jam tayang dan 28 stiker jempol tanda like.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *