Banner Website
Politik

Peran Ibu Menguat di Tengah Tekanan Ekonomi, Momentum Idulfitri Soroti Ketahanan Keluarga

103
×

Peran Ibu Menguat di Tengah Tekanan Ekonomi, Momentum Idulfitri Soroti Ketahanan Keluarga

Sebarkan artikel ini
Peran Ibu Menguat di Tengah Tekanan Ekonomi
Anggota Komisi XI DPR RI, Anis Byarwati. Foto : TN/Dok/Andri.

Taktiknews.com, Jakarta – Momentum Idulfitri tak hanya menjadi ajang silaturahmi dan kembali ke fitrah, tetapi juga refleksi atas peran penting setiap anggota keluarga dalam menghadapi tantangan hidup, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.

Anggota Komisi XI DPR RI, Anis Byarwati, menilai perempuanโ€”khususnya para ibuโ€”kini memegang peranan yang semakin signifikan dalam menjaga stabilitas rumah tangga. Dalam situasi ekonomi yang penuh tekanan, kemampuan perempuan dalam mengelola keuangan keluarga menjadi kunci penting.

Menurutnya, banyak ibu rumah tangga dituntut lebih cermat dalam mengatur pengeluaran agar kebutuhan keluarga tetap terpenuhi meski harga kebutuhan pokok masih relatif tinggi. Kondisi ini juga mendorong sebagian perempuan untuk ikut berkontribusi menambah pemasukan keluarga.

โ€œRealitas ekonomi saat ini membuat perempuan harus semakin adaptif. Mereka tidak hanya mengatur rumah tangga, tetapi juga sering kali turut membantu menjaga kestabilan ekonomi keluarga,โ€ ujarnya, Jumat (20/3/2026).

Meski demikian, ia menegaskan bahwa peran mencari nafkah secara utama tetap berada pada laki-laki. Keterlibatan perempuan dalam aspek ekonomi keluarga dipandang sebagai bentuk dukungan tambahan, bukan kewajiban utama.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinergi antara suami dan istri dalam mengelola keuangan. Komunikasi yang baik serta pembagian peran yang seimbang dinilai menjadi fondasi utama dalam menghadapi tekanan ekonomi saat ini.

โ€œKerja sama dalam keluarga sangat penting. Dengan saling memahami dan berbagi tanggung jawab, beban tidak hanya dipikul satu pihak, sehingga ketahanan keluarga bisa lebih terjaga,โ€ jelasnya.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya dukungan kebijakan terhadap perempuan, khususnya dalam pengembangan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Akses terhadap permodalan, pelatihan, serta perlindungan sosial dinilai perlu diperkuat agar perempuan tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang secara ekonomi.

Di sisi lain, semangat Idulfitri juga diharapkan mampu memperkuat nilai kepedulian sosial di tengah masyarakat. Dalam kondisi ekonomi yang menantang, budaya saling membantu dan gotong royong menjadi kunci menjaga solidaritas sosial.

Menutup pernyataannya, ia berharap perempuan Indonesia dapat terus menjadi pilar ketahanan keluarga tanpa harus memikul beban sendirian. Dengan kemitraan yang seimbang antara suami dan istri, keluarga yang harmonis diyakini akan berkontribusi pada ketahanan ekonomi nasional secara lebih luas.***

Banner Website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *