Banner Website
Daerah

Pekanbaru Uji Bus Listrik, Benahi Transportasi dan Kejar Layanan Tepat Waktu

22
×

Pekanbaru Uji Bus Listrik, Benahi Transportasi dan Kejar Layanan Tepat Waktu

Sebarkan artikel ini
Pemko Pekanbaru Percepat Transportasi Hijau, 16 Bus Listrik TMP Siap Beroperasi 2026
16 Bus Listrik TMP di Kota Pekanbaru Siap Beroperasi 2026. (Taktiknews/Made)

Taktiknews.com, Pekanbaru – Pemerintah Kota Pekanbaru mulai melakukan transformasi besar pada sektor transportasi publik dengan menyiapkan uji coba armada bus listrik. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperbaiki layanan angkutan umum sekaligus menekan tingkat polusi udara di kawasan perkotaan.

Pembenahan ini tidak hanya menyasar penambahan armada, tetapi juga menyentuh sistem layanan secara menyeluruh, mulai dari infrastruktur halte hingga ketepatan waktu operasional. Pemerintah menilai, perbaikan transportasi publik menjadi kebutuhan mendesak seiring meningkatnya mobilitas warga.

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menegaskan bahwa pihaknya tengah melakukan evaluasi dan pembenahan secara bertahap agar masyarakat bisa merasakan perubahan nyata dalam layanan transportasi umum.

“Kita sedang memperbaiki sistem transportasi umum di Pekanbaru. Kita ada tambahan bus listrik, bus listrik ini bukan beli, tapi kita baru uji coba,” kata Agung Nugroho, Rabu (8/4/2026).

Menurutnya, penggunaan bus listrik menjadi solusi jangka panjang untuk menciptakan transportasi yang lebih efisien dan berkelanjutan. Selain itu, teknologi ini juga diharapkan mampu meningkatkan minat masyarakat untuk beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum.

Dalam tahap awal, Pemko Pekanbaru merencanakan pengoperasian belasan unit bus listrik sepanjang tahun 2026. Armada ini akan memperkuat layanan Trans Metro Pekanbaru (TMP) yang selama ini melayani berbagai koridor utama di kota tersebut.

Isu utama dalam kebijakan ini adalah kebutuhan akan transportasi publik yang tidak hanya layak, tetapi juga ramah lingkungan. Selama ini, kendaraan berbahan bakar fosil menjadi salah satu penyumbang terbesar emisi gas buang di wilayah perkotaan.

Dengan kehadiran bus listrik, pemerintah berharap dapat mengurangi emisi sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi masyarakat. Kendaraan ini tidak menghasilkan gas buang, sehingga dinilai lebih ramah terhadap lingkungan dibandingkan bus konvensional.

Namun, Agung menekankan bahwa modernisasi transportasi tidak cukup hanya dengan mengganti armada. Perbaikan fasilitas pendukung juga menjadi prioritas agar pengguna merasa nyaman saat menggunakan transportasi umum.

“Tapi tentunya nanti tidak hanya soal bus nya dibaguskan, fasilitas (halte)nya juga sudah kita perbaiki, tapi ketepatan waktu juga sedang kita lakukan,” jelas Agung.

Selama ini, ketepatan waktu menjadi salah satu tantangan utama dalam pengelolaan transportasi umum di Pekanbaru. Banyak pengguna mengeluhkan jadwal yang tidak konsisten, sehingga menyulitkan dalam merencanakan perjalanan.

Untuk mengatasi hal tersebut, Pemko Pekanbaru tengah menyusun sistem operasional berbasis jadwal yang lebih terstruktur. Nantinya, setiap armada akan memiliki waktu keberangkatan dan kedatangan yang jelas di setiap halte.

Dengan sistem ini, diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap transportasi umum dapat meningkat. Kepastian waktu dinilai menjadi faktor penting dalam menarik minat masyarakat untuk beralih ke angkutan publik.

Selain pembenahan internal, pemerintah juga membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta dalam pengelolaan transportasi. Skema yang dipertimbangkan adalah buy the service (BTS), yang telah diterapkan di sejumlah kota besar di Indonesia.

“Seperti yang mengelola di DKI (Daerah Khusus Ibukota), di kota-kota maju. Jadi pemerintah nanti hanya bayar buy the service (BTS) per kilometer saja,” pungkasnya.

Melalui skema ini, pemerintah tidak lagi mengelola operasional secara langsung, melainkan membayar layanan berdasarkan kinerja operator. Model ini diyakini mampu meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan.

Dengan kombinasi antara penggunaan teknologi ramah lingkungan, perbaikan infrastruktur, serta sistem pengelolaan yang lebih profesional, Pemko Pekanbaru optimistis dapat menghadirkan transportasi publik yang lebih modern.

Transformasi ini diharapkan tidak hanya memperbaiki layanan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi langkah konkret dalam menciptakan kota yang lebih bersih, tertib, dan berkelanjutan di masa depan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *